BENGKULU — Dalam sambutan yang dibacakannya, Herwan Antoni menyebut koperasi bukan sekadar badan usaha, melainkan kekuatan ekonomi yang dibangun di atas asas kekeluargaan, gotong royong, dan kemandirian. Namun, ia mengingatkan bahwa untuk tetap relevan, koperasi wajib berinovasi dan meningkatkan transparansi.
“Melalui momentum Hari Koperasi Nasional ke-79 ini, saya mengajak seluruh insan koperasi di Provinsi Bengkulu untuk terus memperkuat semangat kebersamaan, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, memperluas kemitraan, memanfaatkan teknologi digital, dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada anggota,” ujar Herwan di hadapan para pengurus koperasi dan pelaku UMKM yang hadir.
Dukungan Pemprov: Dari Akses Pembiayaan hingga Digitalisasi
Herwan menegaskan, Pemerintah Provinsi Bengkulu berkomitmen penuh mendorong pengembangan koperasi dan UMKM. Dukungan itu diwujudkan melalui berbagai kebijakan strategis, mulai dari pembinaan, peningkatan kapasitas SDM, hingga fasilitasi akses pembiayaan dan pemasaran.
“Kami juga fokus pada digitalisasi dan penguatan jejaring kemitraan agar koperasi di Bengkulu mampu bersaing,” imbuhnya.
Bukan Sekadar Ekonomi: Ada Lomba Burung hingga Donor Darah
Peringatan Harkopnas ke-79 tahun ini mengusung tema “Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya”. Rangkaian kegiatannya tidak melulu soal bisnis. Pemerintah daerah menggelar senam jantung sehat, pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah, hingga festival kuliner UMKM dan lomba burung berkicau.
Kegiatan-kegiatan tersebut, menurut panitia, menjadi bukti bahwa koperasi memiliki peran strategis di berbagai sektor—ekonomi, kesehatan, sosial, hingga pemberdayaan masyarakat.
Santunan untuk 110 Anak Yatim dari Enam Panti Asuhan
Momen Harkopnas juga diisi dengan aksi sosial. Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Bengkulu menyalurkan santunan kepada 110 anak yatim yang berasal dari enam panti asuhan di wilayah tersebut. Penyaluran santunan ini dilakukan di sela-sela acara pembukaan di Balai Buntar.