BENGKULU — Kepala Dinas Sosial Kota Bengkulu Afriyenita menegaskan bahwa kondisi ekonomi tidak boleh menjadi alasan anak kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan. Pemerintah hadir untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, terutama anak-anak dari keluarga rentan yang terpaksa meninggalkan bangku sekolah.
Lima anak yang dijangkau program ini berasal dari latar belakang berbeda. Salah satunya Erwin, yang di usia belia harus berjualan kerupuk dari warung ke warung dan mengamen untuk membantu ibunya yang seorang janda. Ada pula Ahmad Nur Affandi, anak seorang pemulung, serta Gebby yang merupakan anak yatim piatu.
Siapa Saja Anak yang Kembali Belajar?
Dua anak lainnya, Farel Riski dan Sabila, sempat berhenti sekolah setelah pendidikan mereka terhenti di bangku SMP akibat keterbatasan ekonomi. Kelimanya kini mengikuti MPLS SKB Tahun Ajaran 2026/2027 di Sentra Dharma Guna.
Afriyenita hadir mendampingi kegiatan tersebut bersama Sekretaris Dinas Sosial Kota Bengkulu Iryana serta tim pendamping sosial Kemensos, Yeyen Visiesha dan Puja Kusuma. Melalui SKB, kelima anak diharapkan dapat kembali beradaptasi dengan lingkungan belajar dan membangun kepercayaan diri.
Mengapa Anak Putus Sekolah Butuh Pendampingan Khusus?
Menurut Afriyenita, persoalan anak putus sekolah tidak hanya berkaitan dengan pendidikan. Kondisi ekonomi, keluarga, dan lingkungan sosial turut menjadi faktor yang membuat anak kehilangan akses belajar.
"Jangan sampai kemiskinan hari ini membuat anak-anak kita kehilangan masa depan, pendidikan adalah salah satu jalan untuk memutus mata rantai kemiskinan. Oleh karena itu, anak yang putus sekolah harus kita cari dan kita bantu untuk kembali belajar," ujar Afriyenita.
Pendampingan diperlukan agar anak-anak tersebut dapat kembali percaya diri dan mengikuti proses belajar. Afriyenita menyebut tugas pemerintah bukan hanya mencatat siapa yang putus sekolah, tetapi memastikan mereka kembali mendapatkan hak untuk belajar.
"Tugas kita bukan hanya mencatat siapa yang putus sekolah, tetapi memastikan mereka kembali mendapatkan hak untuk belajar. Jangan biarkan kondisi ekonomi hari ini menentukan masa depan mereka selamanya," katanya.
Langkah Pemkot Bengkulu Tekan Angka Putus Sekolah
Program SKB menjadi salah satu langkah Pemerintah Kota Bengkulu untuk memastikan anak-anak dalam kondisi rentan tetap mendapatkan hak pendidikan. Kolaborasi antara Dinas Sosial Kota Bengkulu dan UPT Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial menjadi jalur penjangkauan anak-anak yang sempat putus sekolah.
Kelima anak kini memiliki kesempatan melanjutkan cita-cita yang sempat tertunda. Pemerintah Kota Bengkulu berharap program ini dapat terus menjangkau anak-anak lain yang berada dalam kondisi serupa.