BENGKULU — TNI AU membuka rekrutmen Tamtama Prajurit Karier (PK) Gelombang III Tahun 2026 bagi lulusan SMA, SMK, atau sederajat. Pendaftaran berlangsung 21 September hingga 25 Oktober 2025 melalui laman resmi rekrutmen.tni-au.mil.id. Peserta yang lulus pendidikan akan menyandang pangkat Prajurit Dua (Prada).
Seleksi ini menyasar pria berusia minimal 17 tahun 10 bulan hingga maksimal 24 tahun saat pembukaan pendidikan pada 26 Desember 2026. Selama menjalani pendidikan, peserta akan ditempa ketangguhan fisik, keterampilan taktis, dan mental di lapangan. Proses rekrutmen tidak memungut biaya apa pun.
Posisi dan Formasi yang Dibuka
- Tamtama PK Gelombang III/A-94 TA 2026: jalur penerimaan prajurit bagi lulusan SMA/MA/SMK sederajat, ditempatkan di seluruh wilayah NKRI.
Syarat Umum
- Warga Negara Indonesia, beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
- Setia kepada NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD Negara RI Tahun 1945.
- Usia minimal 17 tahun 10 bulan dan maksimal 24 tahun pada saat pembukaan pendidikan 26 Desember 2026.
- Tidak memiliki catatan kriminalitas yang dikeluarkan secara tertulis oleh Polri.
- Sehat jasmani dan rohani.
- Tidak sedang kehilangan hak menjadi prajurit berdasarkan putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap.
- Lulus pendidikan pertama untuk membentuk prajurit siswa menjadi prajurit.
Syarat Khusus
- Pria yang bukan anggota atau mantan prajurit TNI/Polri maupun PNS.
- Pendidikan terakhir minimal SMA/MA/SMK atau sederajat.
- Tinggi badan minimal 160 cm dengan berat badan seimbang.
- Bersedia menjalani Ikatan Dinas Pertama selama 10 tahun.
- Belum pernah menikah dan sanggup tidak menikah selama pendidikan pertama hingga dua tahun setelah lulus.
- Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah NKRI.
- Tidak memiliki tato atau bekas tato serta tindik atau bekas tindik, kecuali karena ketentuan adat.
- Bagi yang sudah bekerja, wajib melampirkan surat izin kepala instansi dan surat pernyataan bersedia diberhentikan dari status karyawan bila diterima.
- Orang tua atau wali menandatangani surat pernyataan tidak melakukan penyuapan atau kolusi.
- Bagi calon belum berusia 21 tahun, diperlukan persetujuan orang tua atau wali.
Syarat Kesehatan dan Dokumen
- Tidak buta warna dan tidak memiliki riwayat TB paru aktif.
- Tidak pernah menjalani terapi Ortho-K atau pascalaparotomy dengan komplikasi.
- Bedah refraksi yang diperbolehkan hanya PRK, Lasik, dan Relex Smile dengan batas refraksi sebelum operasi 5 dioptri.
- Setelah operasi, tajam penglihatan harus 1,0 atau visus 6/6 atau koreksi maksimal 0,6 dioptri.
- Operasi dilakukan minimal tiga bulan sebelum seleksi, disertai keterangan riwayat bedah refraksi.
- Wajib memiliki kartu BPJS atau jaminan kesehatan aktif.
- Dokumen pendaftaran meliputi fotokopi KTP dan kartu keluarga.
- Sertifikasi bahasa asing seperti Rusia, Prancis, Spanyol, Mandarin, Korea, atau Inggris dapat disertakan sebagai nilai tambah.
Cara Pendaftaran
Pendaftaran dilakukan secara online melalui laman https://rekrutmen.tni-au.mil.id/register. Isi nama, email, nomor KTP, dan tanggal lahir, lalu pilih jenis seleksi "Tamtama Gelombang III".
Peserta kemudian mengisi jenis kelamin dan memilih lokasi seleksi offline atau Lanud terdekat dengan domisili. Setelah riwayat pendidikan terakhir diisi, klik "Daftar" untuk menyelesaikan proses.
Lokasi Daftar Ulang
Setelah mendaftar online, calon peserta wajib melakukan daftar ulang di Lanud yang ditunjuk sebagai panitia daerah. Untuk Kodau I, lokasinya tersebar di Lanud Halim Perdanakusuma (Jakarta), Atang Sendjaja (Bogor), Suryadarma (Subang), Roesmin Nurjadin (Pekanbaru), Supadio (Pontianak), Raden Sadjad (Ranai), Soewondo (Medan), Sulaiman (Bandung), Sultan Iskandar Muda (Banda Aceh), Sri Mulyono Herlambang (Palembang), Sutan Sjahrir (Padang), Raja Haji Fisabilillah (Tanjung Pinang), Maimun Saleh (Sabang), H. Abdullah Sanusi Hanandjoeddin (Tanjung Pandan), Wiriadinata (Tasikmalaya), Pangeran M. Bun Yamin (Lampung), Harry Hadisoemantri (Singkawang), Sugiri Sukani (Majalengka), Hang Nadim (Batam), dan Iskandar (Pangkalanbun).
Tips Persiapan
Siapkan dokumen kesehatan sejak awal, terutama keterangan riwayat bedah refraksi bila pernah menjalani operasi mata. Latihan fisik rutin juga penting karena seleksi menekankan ketangguhan jasmani.
Pastikan seluruh berkas lengkap sebelum masa pendaftaran ditutup 25 Oktober 2025 agar tidak kehilangan kesempatan bergabung dengan korps Angkatan Udara.