Pencarian

Pernikahan Beda Agama: Kisah Orang Tua Muslim Mengantar Anak di Gereja yang Viral

Minggu, 02 Agustus 2026 • 07:43:31 WIB
Pernikahan Beda Agama: Kisah Orang Tua Muslim Mengantar Anak di Gereja yang Viral
Ayah dan ibu mempelai wanita yang mengenakan hijab terlihat mendampingi anaknya berjalan menuju altar di Gereja Katolik Paroki St. Petrus Rasul TDM, Kupang, Sabtu (25/7/2026).

BENGKULU — Sebuah video pernikahan yang diunggah akun Instagram @ceritakecil.koe pada pekan ini menyita perhatian ribuan warganet. Bukan karena kemewahan acaranya, melainkan potret toleransi yang tulus dari keluarga mempelai wanita yang berbeda keyakinan.

Dalam rekaman itu, ayah mempelai wanita dan ibunya yang mengenakan hijab tampak mendampingi sang anak berjalan menuju altar Gereja Katolik. Momen haru ini menjadi bukti bahwa cinta keluarga tidak mengenal batas perbedaan.

Kisah di Balik Momen Haru Pernikahan Beda Agama

Peristiwa sakral ini berlangsung pada Sabtu, 25 Juli 2026, di Gereja Katolik Paroki St. Petrus Rasul TDM, Kupang. Kreator Wedding Content Creator (WCC) berusia 23 tahun, Sonya dari Ceritakecil.koe, membagikan kisah di balik video yang menyentuh tersebut.

Mempelai wanita merupakan anak pertama beragama Katolik, sementara kedua orang tua dan adik-adiknya memeluk agama Islam. Menariknya, sang ibu dulunya beragama Katolik dan memutuskan menjadi mualaf setelah menikah dengan ayah mempelai.

"Meskipun memiliki keyakinan yang berbeda dalam satu keluarga, mereka tetap hidup rukun, saling menghormati, dan saling mendukung. Hal itu terlihat pada hari pernikahan, ketika kedua orang tua serta keluarga besar yang beragama Islam turut hadir dan mengikuti prosesi pemberkatan di gereja sebagai bentuk kasih sayang," ungkap Sonya.

Dukungan Keluarga Besar Menjadi Kunci Kehangatan

Kebahagiaan hari itu semakin lengkap dengan kehadiran keluarga besar mempelai laki-laki yang terbang jauh dari Kalimantan. Mereka hadir untuk menyaksikan janji suci kedua pengantin, menunjukkan bahwa kebersamaan keluarga mengalahkan jarak dan perbedaan.

Sonya yang mendokumentasikan momen tersebut secara natural mengaku sangat tersentuh. Menurutnya, tidak ada sekat perbedaan yang terasa di dalam gereja hari itu, melainkan hanya rasa cinta yang besar dari keluarga untuk anak dan saudaranya.

Respons Warganet dan Makna Toleransi

Unggahan ini langsung dibanjiri komentar positif dari netizen. Banyak yang mengaku meneteskan air mata menyaksikan ketulusan keluarga tersebut, dan menyebut video ini sebagai pengingat bahwa toleransi bisa diwujudkan melalui tindakan sederhana.

"Kami sama sekali tidak menyangka responsnya begitu besar. Banyak yang merasa tersentuh dan menyampaikan bahwa video ini menjadi pengingat bahwa toleransi dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana, seperti saling hadir, menghormati, dan mendukung orang-orang yang kita cintai," jelas Sonya.

Lewat momen ini, Sonya berharap pesan keberagaman dapat tersampaikan ke masyarakat luas. Ia menegaskan bahwa cinta dan dukungan keluarga dapat berjalan berdampingan dengan perbedaan, dan toleransi tidak hanya diucapkan, tetapi diwujudkan melalui sikap saling menerima dan menghargai.

Bagikan
Sumber: wolipop.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks