MANNA — Sebanyak 10 ribu mushaf Alquran dan 5 ribu buku Iqro akan didistribusikan ke pondok pesantren, masjid, musala, Taman Pendidikan Alquran (TPQ), majelis taklim, panti asuhan, hingga guru mengaji di Bengkulu. Gerakan wakaf ini digagas untuk meningkatkan literasi keagamaan di daerah tersebut.
Dukungan Bupati: Perluas Akses Belajar Ngaji
Rifai Tajuddin menyebut program ini sebagai sinergi positif antara lembaga pendidikan, pondok pesantren, donatur, dan masyarakat. Menurutnya, ketersediaan Alquran dan buku Iqro di berbagai tempat ibadah akan mendorong anak-anak semakin gemar belajar membaca kitab suci.
"Tentunya hal yang baik ini akan kita dukung dan kita support. Pada akhirnya nanti siswa-siswi kita, masyarakat Bengkulu Selatan khususnya, akan semakin gemar membaca Alquran," kata Rifai dalam sambutannya.
Penerima Manfaat: Pesantren hingga Guru Ngaji
Pimpinan Pondok Pesantren Al-Quraniyah Manna, Miki Suprianto, menjelaskan bahwa bantuan akan disalurkan secara bertahap. Sasaran utamanya adalah lembaga yang selama ini menjadi pusat pembelajaran Alquran di tingkat akar rumput.
"Kami akan distribusikan ke pondok pesantren, masjid, musala, TPQ, majelis taklim, panti asuhan, dan para guru mengaji," ujar Miki. Ia menambahkan, program ini merupakan respons terhadap kebutuhan sarana belajar yang masih terbatas di sejumlah wilayah.
Target: Membumikan Literasi Alquran di Bengkulu
Kegiatan serah terima wakaf turut dihadiri Ketua STIT Al-Quraniyah Manna, Dedi Irama, serta para tamu undangan dan perwakilan lembaga penerima. Acara berlangsung di Jalan Marifaan, Kecamatan Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan.
Rifai menilai gerakan wakaf ini tidak hanya memperluas akses terhadap sarana belajar, tetapi juga menumbuhkan semangat literasi Alquran di tengah masyarakat. Program ini menjadi salah satu upaya pembinaan generasi muda melalui pendidikan keagamaan yang lebih merata.