SELUMA — Pemerintah Kabupaten Seluma tidak hanya menjadikan SEMA Fest 2026 sebagai ajang hiburan, tetapi juga momentum strategis untuk memperkenalkan potensi wisata daerah ke khalayak yang lebih luas. Festival yang berlangsung di kawasan Wisata Ikan Larangan, Desa Taba Lubuk Puding, ini mengusung tradisi memancing ikan semah yang merupakan kekayaan budaya setempat.
Wagub: Tradisi Ini Harus Jadi Agenda Tahunan
Wakil Bupati Seluma Gustianto menyatakan bahwa SEMA Fest dirancang untuk terus berkembang dan menjadi agenda rutin setiap tahun. "SEMA Fest bukan hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga menjadi momentum untuk melestarikan tradisi memancing ikan semah yang menjadi kekayaan budaya daerah, sekaligus memperkenalkan potensi wisata Kabupaten Seluma kepada masyarakat luas," ujarnya di Seluma, Senin (27/7).
Ia berharap festival ini mampu menarik wisatawan dari berbagai daerah dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal. "Saya berharap festival ini terus berkembang dan menjadi agenda tahunan yang mampu menarik wisatawan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat," imbuh Gustianto.
Lomba Memancing dan Pelestarian Lingkungan
Kegiatan utama SEMA Fest 2026 adalah lomba memancing ikan semah yang diikuti peserta dari berbagai daerah. Sebelum mengikuti lomba, para peserta telah mendaftarkan diri secara resmi. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa tradisi memancing ikan semah masih memiliki daya tarik tersendiri di tengah masyarakat.
Gustianto menekankan bahwa pengembangan wisata berbasis tradisi harus dibarengi dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan dan habitat ikan semah. Keberadaan ikan semah sebagai bagian dari ekosistem perairan menjadi aset yang perlu dipelihara agar tetap bisa dinikmati generasi mendatang. Ia pun mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan habitat ikan semah.
UMKM dan Seni Budaya Turut Meriahkan
Selain lomba memancing, SEMA Fest 2026 juga dimeriahkan dengan pameran produk UMKM, pertunjukan seni budaya, dan hiburan rakyat. Rangkaian kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi lokal sekaligus menarik minat kunjungan ke kawasan wisata. Keterlibatan pelaku UMKM diharapkan memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga di sekitar kawasan Wisata Ikan Larangan.
Masuk Kurasi Program Investasi Daerah
Pemkab Seluma tidak hanya berhenti pada penyelenggaraan festival. SEMA Fest 2026 telah diajukan untuk proses kurasi sebagai destinasi potensial daerah melalui program Bencoolen Investment Challenge (BLINC) 3.0 yang digelar Pemerintah Provinsi Bengkulu. Program BLINC bertujuan memperkuat kesiapan proyek investasi daerah serta menarik investasi global masuk ke Bengkulu.
Dengan masuknya SEMA Fest dalam kurasi BLINC, Pemkab Seluma berharap festival ini tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga mampu mendorong pengembangan kawasan wisata secara berkelanjutan dan membuka peluang investasi baru di sektor pariwisata daerah.