Pencarian

Geekbench 7 Resmi Dirilis, Ubah Cara Ukur Performa Multi-Core dan GPU dengan Skenario Nyata

Jumat, 24 Juli 2026 • 07:51:31 WIB
Geekbench 7 Resmi Dirilis, Ubah Cara Ukur Performa Multi-Core dan GPU dengan Skenario Nyata
Primate Labs merilis Geekbench 7 pada Senin (24/7/2023) dengan perubahan metodologi pengujian multi-core dan GPU.

BENGKULU — Primate Labs resmi merilis Geekbench 7, versi terbaru dari aplikasi pengujian performa (benchmark) untuk prosesor (CPU) dan grafis (GPU) pada Senin (24/7/2023). Pembaruan ini menghadirkan perubahan signifikan pada metodologi pengujian agar hasilnya lebih mencerminkan kinerja perangkat saat digunakan untuk tugas-tugas nyata, bukan sekadar skor mentah.

Skor Multi-Core Kini Lebih Realistis

Salah satu perubahan terbesar ada pada pengujian multi-core. Di Geekbench 7, beban kerja hanya akan dijalankan dalam mode multi-threaded (menggunakan banyak inti prosesor) jika tugas yang dimodelkan memang berjalan multi-threaded di aplikasi sungguhan.

“Pengguna bisa mengharapkan skor multi-core yang merupakan ukuran lebih relevan tentang bagaimana sebuah perangkat bekerja saat melakukan pekerjaan aktual,” demikian pernyataan Primate Labs dalam rilis resminya. Ini berbeda dari versi sebelumnya yang kerap memaksa semua tugas berjalan di semua inti, sehingga skornya kurang akurat untuk memprediksi performa di dunia nyata.

GPU Benchmark: Fokus ke AI dan Konten Kreator

Pengujian GPU (Graphics Processing Unit) juga dirombak total. Geekbench 7 kini menyertakan tes yang mencerminkan penggunaan GPU modern, terutama untuk machine learning dan pembuatan konten. Beberapa skenario pengujian yang baru antara lain:

  • Pelacakan wajah dan penerapan efek filter real-time ke video.
  • Peningkatan resolusi gambar (upscaling) dengan machine learning.
  • Pemburaman latar belakang (background blur) pada streaming video conference.
  • Pemrosesan foto RAW, grading warna video berbasis LUT, path tracing, dan simulasi fluida.

Untuk mendukung pengujian tersebut, Geekbench 7 kembali mendukung API Nvidia CUDA, di samping OpenCL, Vulkan, dan Metal. Ini kabar baik bagi pengguna laptop gaming atau workstation dengan GPU Nvidia.

Beban Kerja Lebih Berat dan Bervariasi

Primate Labs juga memperbarui kumpulan data (dataset) yang digunakan. Pengujian File Compression dan PDF Viewer kini memiliki variasi lebih banyak. Sementara itu, tes untuk developer dan pemrosesan gambar dibekali aset lebih banyak serta format gambar yang berbeda-beda.

Geekbench 7 juga menambahkan beban kerja media untuk menguji encoding, decoding, dan pemrosesan audio serta video. Tes pengenalan suara Whisper, codec AV1, dan Opus dirancang untuk meniru beban kerja video conference, screen sharing, dan konsumsi konten.

Bagi penggemar game, ada pengujian Game Physics yang menggunakan mesin Jolt Physics—engine yang sama dengan yang dipakai di sejumlah video game populer. Tes Photo Editor juga diperluas dengan rangkaian edit dunia nyata yang lebih kaya, sementara Photo Library kini mendukung impor dan pemrosesan format JPEG XL dan DNG.

Harga dan Ketersediaan

Geekbench 7 sudah tersedia untuk iOS, macOS, dan platform lainnya. Aplikasi ini tetap gratis untuk penggunaan pribadi. Bagi yang membutuhkan fitur lebih lengkap, versi Pro dibanderol dengan diskon 20 persen dari harga normal US$99 (sekitar Rp1,48 juta) hingga 6 Agustus mendatang.

Dengan perubahan metodologi ini, Geekbench 7 menjadi alat ukur yang lebih akurat bagi pengguna yang ingin membandingkan performa perangkat, terutama untuk produktivitas, kreasi konten, dan gaming. Namun, pengguna yang terbiasa dengan skor tinggi di versi sebelumnya mungkin akan melihat angka yang berbeda karena pendekatan pengujian yang lebih ketat.

Bagikan
Sumber: macrumors.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks