SELUMA — Enam puluh tujuh lanjut usia dari dua wilayah di Kabupaten Seluma resmi diwisuda dalam program Sekolah Lansia yang digagas DP3AKB. Seluruh wisudawan merupakan warga Desa Pasar Seluma dan Kelurahan Rimbo Kedui yang telah mengikuti serangkaian aktivitas pemberdayaan masyarakat.
Apa Tujuan Sekolah Lansia di Seluma?
Kepala DP3AKB Kabupaten Seluma, Sumiati, mengatakan program ini sudah berjalan untuk ketiga kalinya. Ia menegaskan kegiatan ini dirancang untuk mendorong ketangguhan, kemandirian, serta peningkatan kualitas hidup para lansia, khususnya dalam lingkup keluarga.
"Ini sudah ketiga kalinya kita adakan. Kegiatan ini bertujuan mendorong terbentuknya ketangguhan, kemandirian, dan kualitas hidup para lanjut usia, terutama dalam lingkup keluarga," terang Sumiati.
Mengapa Lansia Perlu Sekolah Non-Formal?
Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga BKKBN, Nopian Andusti, menjelaskan sekolah lansia merupakan pendidikan non-formal sepanjang hayat. Program ini difokuskan pada peningkatan pengetahuan, sikap, perilaku, dan keterampilan kelompok lansia.
“Sekolah lansia dibangun agar mereka tidak membebani keluarga maupun lingkungan sekitarnya. Sebaliknya, mereka diharapkan mampu menjadi penopang dan terus berkarya bagi keluarga serta lingkungan. Ini yang kita harapkan,” ujar Nopian.
Dua Desa di Seluma Selatan Jadi Percontohan
Wisuda kali ini melibatkan peserta dari Desa Pasar Seluma dan Kelurahan Rimbo Kedui, dua wilayah di Kecamatan Seluma Selatan. Mereka sebelumnya terlibat aktif di posyandu dan kegiatan sosial lainnya sebagai bagian dari kurikulum sekolah lansia.
Program ini menjadi bukti bahwa pemberdayaan lansia tidak berhenti pada usia senja. Dengan pendekatan non-formal, para lansia dibekali keterampilan agar tetap produktif dan tidak menjadi beban keluarga.