KOTA BENGKULU — Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bengkulu Noni Yuliesti menyatakan, sistem pemantauan digital ini memungkinkan petugas mendeteksi jika alat perekam transaksi mati. "Apabila muncul indikator merah, berarti tapping box-nya mati. Kami langsung menurunkan tim bersama vendor untuk melakukan penanganan," ujarnya di Bengkulu, Senin.
Indikator Merah Jadi Alarm Kebocoran Pajak Daerah
Tim gabungan dari Bapenda, Bank Bengkulu, dan vendor secara rutin mengecek perangkat yang terdeteksi tidak aktif. Berdasarkan evaluasi sementara, hampir seluruh tapping box yang sempat bermasalah kini telah kembali berfungsi. Beberapa unit lainnya masih dalam proses perbaikan oleh vendor.
Data Omzet Terekam Otomatis, Pelaku Usaha Tak Bisa Manipulasi
Alat tapping box merekam transaksi pada mesin kasir sehingga data omzet terpantau secara otomatis. Sistem ini menjadi instrumen penting untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak di sektor usaha yang rawan kebocoran. "Upaya digitalisasi perpajakan telah menjadi salah satu fokus Pemerintah Kota Bengkulu dalam beberapa tahun terakhir," terang Noni.
Seluruh perangkat kini terhubung dalam sistem pemantauan digital yang memungkinkan kondisi tapping box dipantau secara langsung. Setiap gangguan dapat segera diketahui tanpa harus menunggu laporan dari wajib pajak.
Transparansi Digital Dongkrak Pendapatan Asli Daerah
Pemasangan 150 tapping box pada tahun 2024 lalu merupakan langkah strategis Pemkot Bengkulu untuk meminimalkan potensi kebocoran penerimaan pajak. Sistem terbuka ini memungkinkan Bank Bengkulu dan Bapenda sama-sama memonitor kondisi perangkat. Noni menambahkan, seluruh pihak yang berkepentingan dapat melihat kondisi perangkat secara langsung melalui sistem yang transparan tersebut.