Pencarian

270 Siswa Miskin Ekstrem di Bengkulu Mulai Sekolah di Sekolah Rakyat Terintegrasi 3, Gubernur Helmi Hasan Hadiri MPLS

Senin, 20 Juli 2026 • 15:54:01 WIB
270 Siswa Miskin Ekstrem di Bengkulu Mulai Sekolah di Sekolah Rakyat Terintegrasi 3, Gubernur Helmi Hasan Hadiri MPLS
Gubernur Bengkulu Helmi Hasan membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Terintegrasi 3, Kota Bengkulu, pada Senin.

BENGKULU — Sebanyak 270 siswa dari keluarga prasejahtera di Provinsi Bengkulu resmi mengenyam pendidikan gratis di Sekolah Rakyat Terintegrasi 3, yang berlokasi di Jalan Serawai, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu. Mereka berasal dari jenjang Sekolah Rakyat Dasar (SRD), Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP), hingga Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) pada tahun ajaran 2026/2027.

Program ini merupakan inisiatif nasional Presiden Prabowo Subianto yang digarap lintas kementerian. Di Bengkulu, pengelolaan berada di bawah Sentra "Dharma Guna" sebagai Unit Pelaksana Teknis Kemensos RI. Sebelum menempati gedung baru, kegiatan belajar mengajar berlangsung di Sentra "Dharma Guna" sejak tahun 2025 dengan 92 siswa rintisan di SRMA 6 Kota Bengkulu.

Gubernur: Api Kebangkitan dari Bumi Merah Putih

Gubernur Bengkulu Helmi Hasan membuka langsung rangkaian MPLS dan Open House. Dalam sambutannya, ia menyebut momen itu sebagai titik bersejarah bagi daerah.

"Hari ini adalah hari yang membahagiakan bagi Sang Saka Merah Putih, bagi Indonesia tercinta. Untuk negara yang ingin maju harus fokus pada pendidikan. Kita hari ini menjadi saksi sejarah, api kebangkitan telah mulai dikobarkan dari Provinsi Bengkulu, Bumi Merah Putih," kata Helmi Hasan.

Ia menekankan bahwa setiap anak bangsa berhak mendapat kesempatan yang sama untuk menempuh pendidikan berkualitas. "Hari ini seolah kita berada di sekolah internasional. Maka bersungguh-sungguhlah menimba ilmu di sini," tambahnya.

Sistem Berasrama, Biaya Nihil dari SD hingga SMA

Sekolah Rakyat menerapkan sistem asrama penuh. Seluruh biaya pendidikan, mulai dari seragam, buku, hingga kebutuhan sehari-hari siswa, ditanggung sepenuhnya oleh APBN dan dukungan swasta. Mayoritas orang tua siswa berprofesi sebagai buruh harian lepas, petani, sopir, dan pedagang.

Kepala Sentra "Dharma Guna" Bengkulu, Hari Setiadi, mengatakan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan program. "Kami dari Kementerian Sosial berkomitmen mendukung kemajuan pendidikan di Bengkulu dengan berkolaborasi bersama Pemerintah Provinsi, pemerintah kabupaten/kota, BPS, Kementerian PU, serta berbagai pihak lainnya," ujarnya.

Target: Nol Angka Putus Sekolah dan Daya Saing Global

Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 3, Yuliarma Yenni, menargetkan sekolah ini mampu menghapus angka putus sekolah di Bengkulu. "Visi kami, Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 menjadi sekolah yang religius, unggul, berprestasi, dan berdaya saing global," katanya.

Kegiatan Open House turut dihadiri Anggota Komisi V DPR RI Erna Sari Dewi, Senator Destita, Ketua DPRD Provinsi Bengkulu Sumardi, dan Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi. Masyarakat yang hadir bisa melihat langsung fasilitas sekolah, sistem pembelajaran, serta program yang disiapkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Bagikan
Sumber: ewarta.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks