BENGKULU — Regulasi yang mewajibkan setiap klub menurunkan minimal satu pemain U-23 sebagai starter selama 45 menit terancam dihapus. Langkah ini dikabarkan akan berlaku mulai Super League 2026/2027. Pelatih asal Kroasia itu menegaskan dirinya tidak ingin larut dalam perdebatan soal kebijakan yang belum pasti.
Fokus pada Banyak Kompetisi, Bukan Perdebatan Regulasi
Igor Tolic punya alasan kuat untuk bersikap santai. Musim ini, Persib akan berlaga di sejumlah kompetisi sekaligus. Menurutnya, energi dan konsentrasi harus diarahkan untuk mematangkan kesiapan taktis skuad Maung Bandung.
"Ya saya memang punya banyak sekali hal yang harus dipikirkan soal tim. Federasi yang membuat aturan, dan kami di klub, kami tak tahu gambaran seutuhnya (soal regulasi)," ujar Igor Tolic saat diwawancara, Minggu (19/7).
PSSI Punya Gambaran Lebih Luas, Klub Hanya Wajib Adaptasi
Arsitek yang baru naik jabatan sebagai nahkoda utama Persib itu percaya penuh pada keputusan federasi. Ia menyebut PSSI pasti memiliki alasan logis di balik setiap kebijakan yang diambil, termasuk rencana bongkar-pasang aturan pemain muda.
"Federasi memiliki gambaran mereka sendiri yang lebih luas daripada gambaran kami, dan kemudian jika mereka memutuskan sesuatu, maka mereka memiliki alasan untuk melakukannya," terang Igor.
Igor Tolic memandang perubahan aturan dari musim ke musim adalah hal wajar. Kunci utama bagi klub sebesar Persib, kata dia, adalah memiliki fleksibilitas tinggi. Tim harus siap beradaptasi agar tidak terkejut dengan keputusan federasi.
"Jadi di tahun ini, aturan ini kan diuji coba, dan kemudian untuk tahun depan, mereka bisa mengubahnya. Karena kita hanya perlu beradaptasi. Apa saja yang mereka putuskan, kita perlu menjalankannya," tutup Igor.
Regulasi yang Lahir untuk Tim Nasional, Kini Dievaluasi
Sebelumnya, kewajiban memainkan pemain U-23 selama 45 menit diberlakukan sebagai bagian dari pengembangan pemain muda. Kebijakan ini erat kaitannya dengan kebutuhan tim nasional Indonesia. Namun, setelah beberapa musim berjalan, efektivitas aturan tersebut mulai dipertanyakan.
Wacana penghapusan regulasi ini pun menjadi sinyal bahwa PSSI tengah melakukan evaluasi menyeluruh. Keputusan final soal aturan pemain U-23 untuk Super League musim depan masih menunggu pengumuman resmi dari federasi.