BENGKULU — Pemerintah Kota Bengkulu tidak lagi hanya mengandalkan aparat keamanan dalam memberantas aksi geng motor yang melibatkan remaja. Walikota Dedy Wahyudi mengaktifkan program Praja Wibawa, di mana satu personel Satpol PP ditugaskan secara tetap di setiap kelurahan untuk menjadi mata dan telinga pemerintah di tingkat paling bawah.
“Hari Jumat besok kami akan melakukan apel bersama Babinsa, Bhabinkamtibmas. Kemudian Kota Bengkulu sekarang punya 'Praja' (Praja Wibawa), yaitu satu personel Satpol PP ditugaskan di satu kelurahan,” ujar Dedy Wahyudi.
Tiga Pilar Keamanan di Setiap Kelurahan
Dengan skema baru ini, setiap kelurahan di Kota Bengkulu akan dikawal oleh tiga pilar keamanan sekaligus. Bhabinkamtibmas dari kepolisian, Babinsa dari TNI, dan personel Satpol PP dari Pemkot akan bekerja bersama secara terintegrasi.
Selain itu, Dedy Wahyudi juga menginstruksikan seluruh ketua RT dan lurah untuk bersikap proaktif. Jika menemukan kelompok remaja yang berkerumun pada malam hari secara mencurigakan, aparat setempat diminta langsung menegur dan membubarkannya tanpa menunggu laporan ke polisi.
Orangtua Diminta Cari Anak yang Belum Pulang Jam 10 Malam
Walikota menilai peran paling vital dalam pencegahan justru berada di tangan orang tua. Ia meminta para orang tua untuk lebih peduli dan mencari anak mereka jika belum pulang ke rumah saat larut malam.
“Terakhir untuk orang tua, jaga anak kita. Kalau jam 10 malam belum pulang, dicari. Rata-rata anak tidak pulang, orang tuanya tidak mencari. Padahal aksi mereka itu biasanya terjadi jam 12, jam 1, atau jam 2 malam,” tegasnya.
Pos Kamling Jadi Garda Terdepan Keterbatasan Personel
Menjawab kekhawatiran masyarakat mengenai titik-titik rawan kumpul geng motor, Pemkot Bengkulu menyatakan telah berkoordinasi dengan Kapolres dan Dandim setempat. Namun, Dedy mengakui personel TNI-Polri memiliki keterbatasan jumlah sehingga partisipasi aktif masyarakat melalui Pos Keamanan Lingkungan (Pos Kamling) mutlak diperlukan.
“Yang paling penting adalah mengaktifkan kembali Pos Kamling. Kalau mengandalkan polisi dan TNI saja tentu anggotanya tidak cukup. Tapi kalau masing-masing daerah Pos Kamling-nya aktif, Insya Allah situasi akan aman,” tutupnya.