BENGKULU TENGAH — Kegiatan reses yang digelar di Aula MTs Mambaul Ulum pada Masa Sidang II Tahun Sidang 2026 itu dihadiri tokoh agama, perangkat desa, dan pengurus organisasi kepemudaan. Aspirasi yang masuk langsung dicatat untuk diperjuangkan di tingkat provinsi maupun kabupaten.
Insentif Perangkat Desa Tersendat Efisiensi Anggaran
Salah satu keluhan paling keras datang dari Parman, warga Kecamatan Pagar Jati. Ia melaporkan pembayaran insentif perangkat desa di wilayahnya belum lancar.
Menanggapi hal itu, Berlian Utama Harta mengakui kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat turut berdampak pada hak perangkat desa. “Persoalan ini perlu diperjuangkan bersama. Pemerintah kabupaten juga bertanggung jawab mencari solusi agar hak mereka segera dipenuhi,” ujar politisi Partai Golkar tersebut. Ia berjanji akan berkoordinasi dengan rekan-rekan di tingkat kabupaten untuk menindaklanjuti persoalan ini.
Honor Guru TPQ dan Sarana Sekolah Jadi Sorotan
Pengelola TPQ Mambaul Ulum mengungkapkan honor bagi para guru mengaji masih sangat minim. Mereka berharap ada donatur tetap agar operasional TPQ dan kesejahteraan tenaga pengajar lebih terjamin. Menanggapi hal itu, Berlian langsung menyatakan kesediaannya menjadi donatur dan menyerahkan bantuan pribadi sebagai dukungan awal.
Tak hanya itu, perwakilan MTs Mambaul Ulum juga menyampaikan kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan, terutama peralatan olahraga. Berlian meminta pihak sekolah segera menyusun proposal rinci. “Proposal itu akan menjadi dasar untuk memperjuangkan bantuan sesuai mekanisme yang berlaku,” jelasnya. Sebagai bentuk kepedulian, ia langsung memberikan bantuan pribadi untuk pengadaan sarana tersebut.
BPJS Kesehatan Tidak Aktif dan Data Bansos Bermasalah
Kepala Desa Harapan Makmur, Tri Ekana Supri Santoso, menyampaikan sejumlah persoalan pelayanan kesehatan. Banyak warga yang kepesertaan BPJS Kesehatannya belum aktif, sementara penyaluran bantuan sosial masih menghadapi kendala.
Ia juga menyoroti data desil penerima bantuan sosial yang mengacu pada data kependudukan nasional. Akibatnya, masih ditemukan warga yang layak menerima bantuan tetapi belum terakomodasi dalam daftar penerima.
Dukungan untuk Organisasi Kepemudaan
Masyarakat juga menyampaikan harapan agar ada perhatian lebih terhadap keberlangsungan organisasi Ansor dan Banser di Kabupaten Bengkulu Tengah. Mereka berharap dukungan dari anggota DPRD Provinsi dapat membantu pengembangan kegiatan organisasi kepemudaan tersebut.
Komitmen Berlian: Bantuan Beras 1 Ton untuk 200 Warga
Di akhir kegiatan, Berlian Utama Harta menegaskan bahwa reses bukan sekadar agenda rutin. “Kami akan mengawal seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat. Mana yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten akan kami koordinasikan, sedangkan yang menjadi kewenangan provinsi akan kami perjuangkan melalui DPRD Provinsi Bengkulu,” tegasnya.
Sebagai bentuk kepedulian, ia membagikan bantuan sembako berupa beras masing-masing sebanyak 5 kilogram kepada 200 warga Bengkulu Tengah. Total bantuan yang disalurkan mencapai 1 ton beras.