KEPAHIANG — Jumlah pendaftar di SDN 20 Kepahiang terus merosot. Kepala sekolah Desi Rusnita mengkonfirmasi bahwa dari total 59 siswa yang masih aktif, hanya tujuh anak yang tercatat sebagai murid baru pada tahun pelajaran 2026. Angka ini menurun dibandingkan 11 siswa pada 2025.
Fasilitas Jadi Alasan Utama Orang Tua Menahan Diri
Desi membeberkan sejumlah faktor yang membuat orang tua enggan mendaftarkan anaknya ke SDN 20 Kepahiang. “Bangunan sekolah kami masih sederhana, beberapa ruang perlu perbaikan dan sarana pendukung terbatas. Hal itu memengaruhi keputusan orang tua saat memilih sekolah untuk anak mereka,” ujar Desi, Senin (13/7/2026).
Kondisi fisik sekolah yang kurang memadai langsung berdampak pada kepercayaan warga. Di Dusun Kepahiang, pilihan sekolah dasar bagi orang tua kini lebih ketat, dan SDN 20 mulai ditinggalkan.
Guru Tak Menyerah, Metode Belajar Diganti
Meski fasilitas terbatas, Desi menegaskan para guru tidak patah semangat. “Kami memakai metode kreatif dan belajar kontekstual agar proses pembelajaran tetap menarik,” tambahnya. Guru-guru di sekolah itu tetap menjalankan tugas dengan pendekatan yang lebih interaktif, meski harus berhadapan dengan minimnya alat bantu ajar.
Penurunan jumlah murid tidak hanya mempengaruhi suasana kelas, tetapi juga berpotensi mengganggu alokasi dana operasional dan tenaga pengajar. Jika tren ini berlanjut, sekolah terancam mengalami pengurangan jam mengajar atau bahkan penggabungan kelas.
Dinas Pendidikan Janji Evaluasi, Rekomendasi Mengalir
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kepahiang yang tengah diupayakan konfirmasinya menyatakan pihaknya sadar akan tantangan di sekolah-sekolah terpencil. Mereka berjanji akan mengevaluasi alokasi perbaikan sarana dan prasarana. Beberapa rekomendasi dari pemerhati pendidikan lokal mencakup renovasi ruang kelas dan sanitasi, penyediaan alat bantu belajar sederhana, serta program promosi sekolah seperti open day atau demo pembelajaran.
Selain itu, program insentif bagi guru dan beasiswa lokal bagi murid juga dinilai penting untuk mengembalikan minat orang tua. Tanpa langkah cepat, kesenjangan pendidikan di daerah terpencil seperti Kepahiang berisiko semakin melebar.
Apa Langkah Selanjutnya untuk SDN 20 Kepahiang?
Kolaborasi antara sekolah, dinas pendidikan, dan masyarakat lokal menjadi kunci agar SDN 20 Kepahiang tetap menjadi pilihan bagi keluarga di dusun setempat. Perbaikan fasilitas dan pemulihan kepercayaan orang tua harus segera dilakukan sebelum tahun ajaran berikutnya tiba.