BENGKULU — Kerumunan terlihat sejak pagi di sepanjang los Pasar Asemka. Orang tua dan anak-anak berdesakan di kios-kios yang menjual buku tulis, seragam, tas, dan sepatu. Beberapa pedagang mengaku kewalahan melayani pelanggan karena stok barang yang terbatas untuk beberapa merek populer.
Kenaikan Omzet dan Harga Barang yang Stabil
"Biasanya sehari laku Rp 500 ribu, sekarang bisa Rp 700-800 ribu," kata Sari, seorang pedagang alat tulis di Pasar Asemka. Menurutnya, lonjakan sudah terasa sejak awal pekan ini. Ia memperkirakan puncak keramaian akan terjadi pada pekan depan.
Meski permintaan melonjak, harga perlengkapan sekolah terpantau masih stabil. Buku tulis 40 lembar dijual Rp 5.000 per buah, sementara tas sekolah standar dibanderol mulai Rp 75.000 hingga Rp 150.000. Beberapa pedagang memilih tidak menaikkan harga untuk menjaga loyalitas pelanggan.
Perlengkapan Sekolah Jadi Barang Musiman Paling Menguntungkan
Fenomena tahunan ini selalu menjadi berkah bagi pedagang di Pasar Asemka. Berdasarkan data Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI), sektor perlengkapan sekolah menyumbang hingga 15% dari total transaksi ritel selama bulan Juni-Juli. Produk yang paling banyak dicari adalah buku tulis, pulpen, dan seragam putih-merah.
Pasar Asemka sendiri dikenal sebagai pusat grosir perlengkapan sekolah dengan harga 20-30% lebih miring dibandingkan toko ritel modern. Hal ini membuatnya menjadi tujuan utama masyarakat Jakarta dan sekitarnya, terutama dari kawasan Tangerang dan Bekasi.
Tips Berburu Perlengkapan Sekolah Agar Tidak Boros
Para pembeli disarankan datang lebih awal, yakni sebelum pukul 09.00 WIB, untuk menghindari antrean panjang. Membawa daftar belanja juga dapat membantu menekan pengeluaran di luar kebutuhan pokok. Pedagang menyarankan untuk membeli dalam jumlah grosir jika kebutuhan sekolah lebih dari satu anak, karena diskon khusus biasanya diberikan untuk pembelian di atas 10 unit barang yang sama.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebelumnya telah mengimbau masyarakat untuk berbelanja di pasar tradisional guna menggerakkan ekonomi lokal. Lonjakan permintaan ini diharapkan bisa bertahan hingga pertengahan Juli, tepat saat tahun ajaran baru secara resmi dimulai.