BENGKULU — Kerusakan akses jalan di dalam kawasan Pelabuhan Pulau Baai, Bengkulu, kembali menjadi sorotan. Jalan yang semestinya menjadi urat nadi pergerakan barang dan distribusi logistik itu kini dikeluhkan karena kondisinya yang rusak dan menghambat aktivitas bongkar muat.
Wakil Ketua DPRD Provinsi Bengkulu, Teuku Zulkarnain, mengaku sudah berkali-kali mendesak manajemen Pelindo Regional 2 Bengkulu untuk merealisasikan komitmen perbaikan. "Keluhan masyarakat sangat wajar, karena kerusakan jalan dalam kawasan pelabuhan menghambat kelancaran aktivitas logistik," ujar Teuku, politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN), dalam keterangannya, pekan lalu.
Janji 2026 Mulai Diragukan
Menurut Teuku, pihaknya sempat mendatangi kantor Pelindo pada pertengahan tahun untuk memastikan progres proyek. Saat itu, manajemen Pelindo menyatakan bahwa rehabilitasi jalan sudah masuk dalam tahap lelang dan ditargetkan rampung pada tahun 2026.
"Kami mempertanyakan kapan jalan itu mau diaspal. Janji dari Pelindo, tahun 2026 permasalahan jalan itu tuntas. Sekarang waktunya tinggal sedikit, harus dimanfaatkan untuk percepatan," tegasnya.
Teuku menambahkan, kunjungan tersebut merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPRD. Ia ingin memastikan komitmen tersebut benar-benar direalisasikan, bukan sekadar wacana.
Bukan Jalan Provinsi, Tanggung Jawab Pelindo
Politisi PAN itu juga meluruskan persepsi masyarakat yang kerap mengira jalan di kawasan pelabuhan adalah kewenangan Pemerintah Provinsi Bengkulu. Padahal, ruas jalan tersebut berada di dalam kawasan Pelabuhan Pulau Baai, sehingga menjadi tanggung jawab penuh Pelindo selaku pengelola.
"Jalan itu bagian dari pengembangan kawasan pelabuhan. Harusnya diselesaikan Pelindo Bengkulu selaku pihak yang bertanggung jawab," kata Teuku.
Ia menekankan bahwa perbaikan jalan tidak bisa dipisahkan dari program revitalisasi Pelabuhan Pulau Baai. Infrastruktur pendukung harus dibangun secara menyeluruh agar pelabuhan dapat berfungsi optimal sebagai pusat distribusi barang dan pintu ekspor Bengkulu.
Dampak ke Ekonomi dan Logistik
Pelabuhan Pulau Baai merupakan salah satu gerbang utama perekonomian Bengkulu. Aktivitas bongkar muat komoditas seperti batu bara, kelapa sawit, dan hasil perkebunan lainnya sangat bergantung pada kelancaran akses jalan di dalam kawasan.
Jika jalan terus rusak, biaya logistik berpotensi membengkak dan daya saing produk lokal tertekan. "Keberadaan pelabuhan yang terus didorong menjadi pusat pertumbuhan ekonomi, harus dibarengi dengan infrastruktur pendukung yang layak dan memadai," tutup Teuku.