BENGKULU — PSM Makassar mengonfirmasi bahwa Yuran Fernandes tidak akan lagi berseragam Pasukan Ramang di musim depan. Pemain berpostur tinggi asal Tanjung Verde itu meletakkan jabatan "Kepala Suku" Laskar Pinisi setelah melalui diskusi dan pertimbangan panjang.
133 Penampilan, 21 Gol untuk Pasukan Ramang
Selama empat musim, Yuran mencatatkan 133 penampilan di semua ajang dan mencetak 21 gol. Klub menyebutnya sebagai bek dengan produktivitas gol tersubur sepanjang masa PSM Makassar.
Dedikasi dan prestasinya selama membela panji pinisi mendapat ucapan terima kasih langsung dari manajemen. Tak hanya soal angka, Yuran juga dikenal sebagai pemimpin di lapangan yang mampu membangkitkan semangat rekan setim.
Air Mata di Video Perpisahan, "Ewako" Jadi Penutup
Dalam video perpisahan yang diunggah PSM, Yuran tak bisa menahan tangis. Di akhir wawancara, ia melontarkan kata "Ewako" — pelecut semangat khas yang sering digaungkan skuad PSM Makassar.
Kalimat itu menjadi penanda bahwa meski berpisah, ikatan emosionalnya dengan tim kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan tetap kuat.
Karier Internasional dan Panggilan Timnas Tanjung Verde
Yuran merupakan eks pemain timnas Tanjung Verde yang beberapa kali mendapat panggilan, termasuk di laga persahabatan. Namun, namanya tak masuk dalam skuad Piala Dunia 2026 meski negaranya sukses lolos dan membuat kejutan dengan melaju ke babak gugur sebelum kalah dramatis dari Argentina.
Meski begitu, Yuran selalu bangga dengan pencapaian negaranya di panggung dunia.
Keputusan Setelah Diskusi Panjang
"Setelah melalui diskusi dan pertimbangan panjang, akhirnya keputusan telah diambil. Pemain asal Cabo Verde resmi meletakkan jabatan 'Kepala Suku' Laskar Pinisi dan tidak lagi ikut dalam pelayaran bersama Pasukan Ramang," tulis PSM Makassar dalam pengumuman resmi klub.
Kehilangan Yuran menjadi pukulan tersendiri bagi lini belakang PSM. Sosoknya selama ini menjadi jangkar pertahanan sekaligus pemimpin yang disegani.