BENGKULU — FSF mengeluarkan pernyataan resmi pada Selasa (18/6/2026) untuk meluruskan kabar yang beredar. Tuduhan pesta liar dinilai tidak berdasar dan mencoreng nama baik skuad yang baru saja gagal melaju ke babak gugur.
Kronologi Isu yang Viral di Medsos
Spekulasi liar mulai muncul tak lama setelah Senegal dipulangkan oleh lawannya di fase grup. Sejumlah akun anonim mengklaim para pemain dan staf menggelar pesta di hotel tim usai pertandingan terakhir.
Klaim tersebut disertai unggahan foto yang disebut-sebut sebagai bukti pesta. Namun, FSF menegaskan foto itu diambil di lokasi dan waktu yang berbeda, bukan di hotel resmi delegasi.
Pernyataan Resmi FSF: Tidak Ada Pesta
"Kami tegaskan tidak ada pesta liar yang dilakukan oleh pemain atau ofisial tim," ujar juru bicara FSF dalam konferensi pers virtual. Ia menambahkan bahwa seluruh anggota tim menjalani protokol pemulihan pasca-pertandingan sesuai jadwal.
FSF juga mengancam akan menempuh jalur hukum terhadap akun-akun yang menyebarkan hoaks. "Ini fitnah yang merusak konsentrasi tim sejak fase grup," sambungnya.
Dampak Isu Terhadap Moral Skuad
Isu ini muncul di saat yang sensitif bagi Senegal. Tim asuhan Aliou Cissé gagal memenuhi ekspektasi tinggi setelah tampil impresif di edisi 2022 lalu.
Beberapa pemain kunci seperti Sadio Mane dan Kalidou Koulibaly dilaporkan frustrasi dengan rumor yang mengganggu persiapan laga penentu. FSF meminta publik tidak terprovokasi oleh informasi tanpa verifikasi.
Langkah FSF Selanjutnya
Selain membantah, federasi berencana merilis kronologi aktivitas tim selama turnamen. Dokumen ini diharapkan menjadi bukti transparansi dan menghentikan spekulasi.
FSF juga berjanji akan mengevaluasi total performa tim tanpa terpengaruh isu di luar lapangan. Fokus saat ini adalah persiapan kualifikasi Piala Afrika 2027 yang dimulai September mendatang.