BENGKULU — PPA memfasilitasi pembangunan tiga unit greenhouse dengan kapasitas 860 lubang tanam per unit di Desa Lingga, Kecamatan Lawang Kidul. Dengan teknologi hidroponik yang terintegrasi IoT, sistem ini mampu mengatur nutrisi, pengairan, dan tingkat keasaman (pH) secara otomatis. Hasilnya, tanaman melon lokal terlindung dari cuaca ekstrem dan serangan hama, sehingga kualitas panen lebih seragam.
Berdasarkan perhitungan perusahaan, potensi produksi mencapai 16 hingga 20 ton melon per tahun, atau sekitar 4 hingga 6 ton per musim tanam. Angka ini membuka peluang bagi Desa Lingga untuk bertransformasi menjadi sentra melon premium di Sumatera Selatan. Wilayah tersebut memang dikenal memiliki agroklimat yang cocok untuk komoditas buah unggulan.
Dari Bibit hingga Panen, Petani Didampingi
Mining Sub-Division Head PTBA, Suratman, menyatakan program ini dirancang untuk mengoptimalkan kesejahteraan masyarakat melalui teknologi dan inovasi pertanian berkelanjutan. “Fasilitas ini dibangun untuk mengoptimalkan kesejahteraan masyarakat melalui teknologi dan inovasi pertanian yang berkelanjutan,” ujarnya.
PPA tidak hanya menyediakan infrastruktur, tetapi juga melakukan pendampingan di setiap tahap. Act Department Head HCGA PPA, Novan Herdianto, menegaskan pembinaan dimulai sejak pembangunan greenhouse, proses pembibitan, hingga panen. “Ke depan kami akan terus mendampingi agar program ini berkelanjutan dan mampu meningkatkan kompetensi serta perekonomian masyarakat,” kata Novan.
Division Head HCGA & External Relation PPA, Sunaryo, menambahkan bahwa program ini menjadi sarana membangun kemampuan masyarakat, khususnya generasi muda. “Kami melihat program ini bukan sekadar menghasilkan produk pertanian, tetapi juga menjadi sarana membangun kemampuan masyarakat, khususnya generasi muda, agar memiliki keterampilan yang relevan dengan perkembangan teknologi pertanian saat ini,” ujar Sunaryo.
Mendorong Swasembada Pangan dan Ekonomi Digital
Kehadiran greenhouse pintar ini diharapkan memperkuat posisi Sumatera Selatan sebagai penghasil buah berkualitas tinggi. Selain meningkatkan pendapatan petani, program ini juga menjadi langkah konkret PPA dalam mendukung transformasi pertanian tradisional ke era digital. Dengan sistem yang terukur dan otomatis, risiko gagal panen akibat faktor alam bisa ditekan secara signifikan.
PPA berkomitmen untuk terus mendorong program pemberdayaan masyarakat melalui inovasi dan kolaborasi berkelanjutan. Langkah ini selaras dengan target pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mencetak sumber daya manusia yang melek teknologi di pedesaan.