BENGKULU — Aktivitas perambahan hutan untuk perkebunan sawit di Bentang Alam Seblat, salah satu kantong populasi Gajah Sumatera di Provinsi Bengkulu, masih terus berlangsung. Yayasan Genesis Bengkulu melaporkan bahwa sebagian besar kebun ilegal yang telah lama menguasai kawasan hutan di dua konsesi perusahaan kehutanan masih berdiri dan terus berproduksi.
Pohon Sawit Berusia 3-8 Tahun Masih Berjajar di Lokasi
Direktur Genesis, Egi, mengatakan bahwa di dalam konsesi PT BAT, tim monitoring masih menemukan aktivitas keluar masuk petani dan kendaraan pengangkut hasil kebun. "Hamparan sawit berusia sekitar tiga hingga delapan tahun masih ditemukan di sejumlah lokasi, disertai keberadaan pondok kebun dan indikasi pembukaan kawasan baru di beberapa titik," kata Egi di Bengkulu, Senin.
Situasi sedikit berbeda terpantau di konsesi PT API. Genesis mencatat adanya pembongkaran pondok kebun dan berkurangnya aktivitas pembukaan lahan baru. Namun, kebun sawit yang sudah produktif tetap ditemukan di dalam kawasan, dan kendaraan modifikasi milik perambah masih terpantau keluar masuk.
Plang Pengamanan Rusak, Tanda Pengawasan Belum Optimal
Hasil monitoring juga menunjukkan sejumlah sarana pengamanan seperti plang peringatan dan garis batas kawasan di beberapa lokasi mengalami kerusakan. Menurut Genesis, kondisi ini menandakan perlunya penguatan pengawasan pasca-operasi Satgas PKH agar upaya penertiban tidak berhenti setengah jalan.
Meski demikian, ada secercah harapan. Di beberapa titik yang sebelumnya merupakan area pembukaan baru, tim Genesis menemukan tanda suksesi alami. Vegetasi pionir seperti alang-alang, bandotan, pakis resam, dan harendong mulai tumbuh. "Temuan ini menunjukkan bahwa kawasan memiliki kemampuan untuk pulih apabila tekanan aktivitas manusia dihentikan," ujar Egi.
Pemulihan Habitat Butuh Langkah Berkelanjutan
Genesis menilai pemulihan habitat Gajah Sumatera di Bentang Alam Seblat memerlukan langkah berkelanjutan. Mulai dari pengawasan akses kawasan, penindakan hukum, pengamanan pasca-operasi, hingga upaya pemulihan fungsi ekologis. Seblat merupakan salah satu habitat penting gajah Sumatera di Bengkulu yang selama ini menghadapi tekanan akibat perambahan untuk perkebunan sawit di dalam kawasan hutan.