BENGKULU SELATAN — Akses penjualan langsung ke pabrik kelapa sawit kini menjadi prioritas bagi pekebun yang mengikuti program PSR di Bengkulu Selatan. Pemerintah daerah meyakini pola kemitraan ini akan memutus rantai perantara yang selama ini kerap menekan harga TBS di tingkat petani.
Kualitas Buah Lebih Baik, Harga Diharapkan Naik
Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Bengkulu Selatan, Arif Budiman, menjelaskan kebun sawit yang diremajakan melalui program PSR menghasilkan buah dengan kualitas lebih baik. Sebab, proses peremajaan menggunakan bibit unggulan dan diterapkan sistem budidaya sesuai standar perkebunan modern.
“Kami akan mendorong kelompok pekebun peserta PSR agar dapat bermitra langsung dengan pabrik kelapa sawit dalam pembelian tandan buah segar hasil produksi pekebun swadaya,” ujar Arif.
Dengan kualitas produksi yang meningkat, pemerintah optimistis harga jual TBS milik petani juga ikut terdongkrak. Dampaknya langsung dirasakan pada pendapatan masyarakat yang menggantungkan hidup pada sektor perkebunan kelapa sawit.
1.300 Hektare Kebun Rakyat Telah Diremajakan
Program PSR di Bengkulu Selatan bukan sekadar soal pemasaran. Hingga saat ini, sekitar 1.300 hektare kebun sawit milik masyarakat telah menjalani proses replanting atau peremajaan. Angka ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah menjaga produktivitas perkebunan dalam jangka panjang.
Kebijakan kemitraan langsung dengan pabrik menjadi bagian dari strategi hilir. Petani tidak hanya didorong meningkatkan hasil panen, tetapi juga mendapat kepastian pasar dengan harga yang lebih adil.
Apa yang Berubah bagi Pekebun Swadaya?
Selama ini, petani swadaya sering bergantung pada tengkulak untuk menjual hasil panennya. Jalur perantara ini kerap membuat harga TBS di tingkat petani lebih rendah dibandingkan harga acuan. Dengan adanya kemitraan langsung, petani bisa menjual TBS langsung ke pabrik tanpa potongan biaya perantara.
Pemerintah daerah terus mematangkan skema kerja sama ini agar pekebun peserta PSR bisa segera menikmati manfaatnya. Langkah ini dinilai strategis untuk memperkuat posisi tawar petani di tengah fluktuasi harga sawit nasional.