BENGKULU — PT Pertamina Patra Niaga belum melakukan perubahan harga BBM nonsubsidi pada akhir pekan ini. Harga yang berlaku masih mengacu pada kebijakan yang ditetapkan awal Mei lalu, mencakup seluruh produk dari Pertamax hingga Pertamina Dex.
Dari data yang dirilis, Dexlite menjadi varian dengan kenaikan harga tertinggi secara nasional. Di wilayah Jawa dan Bali, konsumen harus merogoh kocek Rp 26.000 per liter. Sementara itu, di Riau dan Kalimantan Selatan, harganya melonjak lebih tinggi hingga Rp 27.150 per liter.
Perbedaan harga antarprovinsi ini dipicu oleh kebijakan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) yang besarannya berbeda di tiap daerah. Artinya, pengguna kendaraan di luar Jawa harus bersiap dengan selisih harga yang cukup lebar.
Berikut rincian harga BBM nonsubsidi untuk wilayah Sumatera, Jawa, hingga Nusa Tenggara yang berlaku saat ini:
Untuk daerah dengan status perdagangan bebas seperti Sabang dan Batam, harga BBM cenderung lebih rendah. Regulasi khusus di FTZ membuat tarif PBBKB tidak berlaku penuh, sehingga konsumen di sana bisa menikmati selisih harga yang cukup signifikan dibandingkan harga nasional.
Pertamina mengimbau masyarakat untuk selalu mengecek stok di SPBU terdekat sebelum melakukan perjalanan jarak jauh. Meski harga belum berubah, ketersediaan pasokan di setiap daerah bisa berbeda, terutama di wilayah timur Indonesia.