Dari Bengkulu untuk Indonesia: PT Semen Padang Perkuat Kompetensi Tukang Bangunan

Pelatihan dan sertifikasi tukang bangunan digelar PT Semen Padang di Bengkulu melalui Akademi Jago Bangunan.
Penulis: Redaksi
Rabu, 04 Februari 2026 | 15:44:03 WIB

Bengkulu — PT Semen Padang, anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), terus memperkuat kontribusinya terhadap pembangunan nasional melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor konstruksi. Salah satu upaya tersebut diwujudkan dengan menggelar Akademi Jago Bangunan di Bengkulu, berupa pelatihan dan sertifikasi bagi para tukang bangunan, Minggu (1/2/2026).

Kegiatan ini diikuti puluhan anggota Komunitas Jago Bangunan SIG di Bengkulu dan bertujuan mencetak tukang yang profesional, kompeten, serta tersertifikasi, sehingga mampu menghasilkan bangunan yang aman, kuat, dan berkualitas. Pelatihan dibuka oleh Kepala Unit Penjualan Sumatera Bagian Tengah PT Semen Padang, Nanda Kurniawan, dengan menghadirkan narasumber dosen Universitas Mpu Tantular Jakarta, Dr. Ir. Edison Hatoguan Manurung, ST, MT, MM, MH.

Dalam sambutannya, Nanda Kurniawan menegaskan bahwa peningkatan kualitas konstruksi nasional harus dimulai dari peningkatan kompetensi para tukang sebagai pelaku utama di lapangan. Menurutnya, bangunan yang baik hanya dapat dihasilkan oleh tenaga kerja yang memiliki keterampilan dan pemahaman teknis yang memadai.

“Melalui Akademi Jago Bangunan, kami ingin memastikan para tukang memiliki kompetensi yang sesuai standar. Jika tukangnya berkualitas, maka hasil bangunannya juga akan berkualitas,” ujarnya.

Ia menambahkan, program ini merupakan implementasi nyata dari komitmen PT Semen Padang dalam mendukung pembangunan infrastruktur dan perumahan yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat hubungan kemitraan dengan para tukang bangunan sebagai pengguna langsung produk material konstruksi di lapangan.

Pelatihan berlangsung interaktif dengan pembekalan teori dan praktik teknis. Selain itu, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai penggunaan produk unggulan SIG, mulai dari semen Portland Composite Cement (PCC) hingga produk nonsemen seperti mortar siap pakai, Sepablock, beton, dan material pendukung konstruksi lainnya.

Sementara itu, Edison Hatoguan Manurung yang juga Asesor LSP/BNSP bidang Teknik dan Manajemen menyampaikan materi terkait Skema Sertifikasi Okupasi Tukang Pasang Bata dan Plesteran. Ia menekankan pentingnya ketepatan komposisi material dalam pekerjaan konstruksi agar hasil bangunan lebih kuat dan tahan lama.

“Kesalahan perbandingan material sering menjadi penyebab rendahnya kualitas pasangan bata dan plesteran. Untuk dinding biasa di atas permukaan tanah, perbandingan yang umum digunakan adalah satu zak semen dengan lima gerobak pasir,” jelasnya.

Namun, untuk area dengan kebutuhan kekuatan lebih tinggi atau kondisi lembap, seperti bagian dalam tanah atau bak air, komposisi yang disarankan adalah satu zak semen dengan empat gerobak pasir.

Antusiasme peserta terlihat dari aktifnya diskusi dan sesi tanya jawab. Salah satu peserta, Roni Paslah, mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru yang dapat langsung diterapkan di lapangan. Hal serupa disampaikan Romi Efendi, yang menilai kegiatan ini juga memperluas jejaring antartukang bangunan di Bengkulu.

Melalui Akademi Jago Bangunan, PT Semen Padang berharap para tukang bangunan semakin terampil, profesional, dan mampu menjadi agen perubahan dalam mewujudkan pembangunan yang berkualitas dan berkelanjutan.

Reporter: Redaksi