Pencarian

Empat Fans Lando Norris di Silverstone Buktikan Wajah Asli Fandom F1 di Luar Panggung Glamor

Rabu, 15 Juli 2026 • 02:37:01 WIB
Empat Fans Lando Norris di Silverstone Buktikan Wajah Asli Fandom F1 di Luar Panggung Glamor
Empat penggemar Lando Norris berjalan di area perkemahan Silverstone, Grand Prix Inggris 2024.

BENGKULU — Formula 1 seringkali tampil sebagai olahraga eksklusif dengan aura kemewahan yang kental—dari jam tangan Richard Mille hingga tas Birkin di area paddock. Namun, di luar pagar ketat area tersebut, hiruk-pikuk penggemar sejati justru terasa lebih autentik. Hal inilah yang dialami Jerry Perez, jurnalis dari The Drive, saat menghadiri Grand Prix Inggris 2024.

Kesalahpahaman di Pintu Keluar Parkir Media

Sabtu malam, sekitar pukul 19.30, Perez bersiap meninggalkan sirkuit Silverstone dengan Honda Jazz e:HEV miliknya. Seorang pria bertubuh jangkung tiba-tiba mengetuk kaca jendela dan menawarkan uang untuk diantar ke perkemahan. "Butuh waktu beberapa detik untuk mencerna apa yang dia minta," tulis Perez.

Tanpa pikir panjang, Perez setuju. Namun, begitu mobil melaju, pria itu memintanya berhenti untuk menjemput tiga temannya. "Apa yang sudah saya mulai?" gumam Perez dalam hati. Keempat fans Lando Norris itu sontak tertawa saat melihat teman mereka yang hampir setinggi 196 cm duduk di kursi depan Honda Jazz mungil. "Tunggu, apa kau mengira Jerry adalah sopir taksi?" celetuk salah satu dari mereka, disambut gelak tawa semua orang.

Dari Tumpangan 15 Menit ke Pesta Semalaman

Perjalanan singkat ke perkemahan justru menjadi pintu masuk ke pengalaman yang tak terlupakan. Setelah menolak imbalan uang, Perez justru diajak bergabung ke pesta tailgate di lapangan dekat Silverstone. Ribuan bendera tim dan pembalap berkibar di udara, aroma barbekyu memenuhi udara—suasana yang lebih mirip pramusim NFL di Amerika Serikat daripada F1 yang kaku.

"F1 di AS tidak serileks ini, tidak semudah ini didekati," tulis Perez. Ia yang saat itu tengah dilanda rasa sepi setelah berhari-hari sendirian di Eropa, akhirnya menemukan hiburan yang tak terduga. "Saya sedang merasa terpuruk hari itu. Saya merindukan anak-anak, kembang api, dan rumah."

Konser Malam, Robot Bebek, dan Taco Tengah Malam

Keempat teman barunya—Alex, Steve, Kal, dan Dan—membujuk Perez untuk ikut konser Chase and Status dan DJ Vikkstar di panggung M&S. Setelah pertunjukan, mereka berjalan kaki menyusuri sirkuit hingga tengah malam, menikmati pesta kembang api, dan berjuang mencari tempat after-party. Meski Perez sempat gagal masuk ke venue, salah satu dari mereka muncul dengan senyum lebar dan berhasil membawanya masuk secara gratis.

Malam itu ditutup dengan tarian bersama penari karnaval, penampilan robot bebek, seseorang berkostum katak berdansa, dan—yang paling mengejutkan—taco yang ternyata cukup enak. "Perut saya kenyang, tapi hati saya jauh lebih penuh," kenang Perez.

Pelajaran tentang Fandom Sejati

Keesokan harinya, Perez kembali ke sirkuit untuk meliput balapan utama Minggu dalam kondisi kurang tidur, tapi semangatnya pulih. Pertemuan dengan empat orang asing yang awalnya hanya meminta tumpangan telah mengubah keseluruhan pengalaman Grand Prix-nya. "Saya tak sabar menunggu mereka membaca ini," tulisnya, mengungkapkan rasa terima kasih kepada Alex, Steve, Kal, dan Dan yang telah "mengadopsinya" untuk satu malam.

Di balik gemerlap paddock dan mahalnya tiket, Silverstone membuktikan bahwa fandom sejati F1 tidak diukur dari jam tangan atau tas mahal, melainkan dari keramahan dan kebersamaan di lapangan perkemahan—dengan latar belakang suara mesin V6 yang menderu dari kejauhan.

Bagikan
Sumber: thedrive.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks