Pencarian

TIDAR Bengkulu Gelar Pelatihan Kader di Bengkulu Tengah, Sandhy Cahyadi Ingatkan Filosofi Lima Cinta

Sabtu, 11 Juli 2026 • 23:32:02 WIB
TIDAR Bengkulu Gelar Pelatihan Kader di Bengkulu Tengah, Sandhy Cahyadi Ingatkan Filosofi Lima Cinta
Puluhan kader muda TIDAR se-Provinsi Bengkulu mengikuti pelatihan kepemimpinan di Bengkulu Tengah.

BENGKULU TENGAH — Puluhan kader muda Tunas Indonesia Raya (TIDAR) se-Provinsi Bengkulu mengikuti Pelatihan Tunas 1 dan 2 yang digelar di Kabupaten Bengkulu Tengah. Kegiatan ini dirancang sebagai ruang pembinaan karakter dan penguatan kapasitas kepemimpinan bagi generasi muda.

Lima Cinta TIDAR Jadi Pondasi Kader

Dalam sambutannya, Ketua Pengurus Daerah TIDAR Provinsi Bengkulu, Sandhy Cahyadi, memperkenalkan filosofi Lima Cinta TIDAR sebagai landasan pembentukan kader. Kelima nilai tersebut meliputi cinta diri, cinta sesama, cinta belajar, cinta kesantunan, dan cinta Indonesia.

"Hari ini kita bukan sekadar mengikuti pelatihan. Hari ini kita sedang menyalakan api perjuangan. Organisasi tidak akan besar hanya karena jumlah anggotanya, tetapi karena kualitas kader yang dimiliki," ujar Sandhy.

Karakter Tak Bisa Diberikan, Harus Dibina

Sandhy menekankan bahwa jabatan bisa diberikan kapan saja, namun karakter hanya lahir melalui proses pembinaan yang panjang dan konsisten. Ia mengingatkan seluruh peserta agar tidak menjadikan organisasi sebagai tempat mencari keuntungan pribadi.

"Jangan bertanya apa yang akan saya dapatkan dari organisasi. Tetapi tanyakanlah apa yang bisa saya berikan kepada masyarakat melalui TIDAR," tegasnya.

Menurut Sandhy, kekuatan sebuah bangsa tidak hanya bertumpu pada kekayaan sumber daya alam, melainkan ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya. Kader TIDAR, kata dia, harus mampu menjadi jembatan antara kebutuhan masyarakat dan program pembangunan pemerintah.

Bupati Bengkulu Tengah: Beri Ruang untuk Anak Muda

Pelatihan ini secara resmi dibuka oleh Bupati Bengkulu Tengah, Rachmat Riyanto, yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina TIDAR Provinsi Bengkulu. Rachmat menegaskan pentingnya memberikan ruang seluas-luasnya kepada generasi muda untuk berkreasi, berinovasi, dan mengembangkan potensi yang dimiliki.

"Yang kita butuhkan hari ini adalah keberanian memberikan ruang kepada anak-anak muda untuk berekspresi, berinovasi, dan mengembangkan bakat yang mereka miliki," katanya.

Rachmat mengaku pengalaman berorganisasi sejak muda menjadi bekal berharga dalam perjalanan kariernya hingga dipercaya memimpin Kabupaten Bengkulu Tengah. Ia meminta seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan serius karena manfaat kaderisasi akan dirasakan dalam jangka panjang.

Potensi Ekonomi Lewat Jaringan Nasional

Sementara itu, Ketua Bidang Organisasi, Keanggotaan, dan Kaderisasi (OKK) Pengurus Pusat TIDAR, Idhan Alvi Sahrin, menyebut bahwa hubungan antarkader dari Aceh hingga Papua dapat membuka berbagai peluang, termasuk kerja sama dalam pengembangan potensi ekonomi daerah.

"Melalui organisasi ini kita saling mengenal, saling belajar, bahkan bisa membangun peluang usaha bersama. Potensi daerah yang dimiliki kader bisa dikolaborasikan dengan daerah lain sehingga memberikan manfaat ekonomi," ujarnya.

Idhan juga menyoroti besarnya jumlah generasi muda di Kabupaten Bengkulu Tengah yang mencapai lebih dari 40 persen dari total penduduk. Kondisi tersebut dinilai menjadi modal besar dalam menyiapkan generasi penerus menuju Indonesia Emas.

Ketua TIDAR Kabupaten Bengkulu Tengah, Ary Rahmad, mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada daerahnya sebagai penyelenggara kegiatan. Ia berharap pelatihan ini mampu memperluas wawasan peserta, mempererat jaringan antarkader, sekaligus melahirkan pemimpin muda yang menjadi motor penggerak pembangunan daerah.

Bagikan
Sumber: klikwarta.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks