Pencarian

TPT Jebol di Mukomuko, Satu Keluarga Terancam Longsor Saat Hujan, Rumah Tinggal 3 Meter dari Bibir Sungai Tabek

Jumat, 10 Juli 2026 • 21:31:01 WIB
TPT Jebol di Mukomuko, Satu Keluarga Terancam Longsor Saat Hujan, Rumah Tinggal 3 Meter dari Bibir Sungai Tabek
Tembok Penahan Tebing di Desa Nelan Indah, Mukomuko, jebol dan ancam permukiman warga.

MUKOMUKO — Ancaman longsor kini membayangi permukiman di Desa Nelan Indah, Kecamatan Teramang Jaya. Tembok Penahan Tebing (TPT) permanen yang dibangun pada 2017 dilaporkan jebol dan tidak mampu lagi menahan derasnya arus Sungai Tabek.

Rumah Warga Hanya Berjarak Tiga Meter dari Jurang

Akibat jebolnya TPT, pengikisan tanah di sepanjang aliran sungai terus terjadi. Warga menyebut erosi sudah berlangsung selama beberapa tahun terakhir dan semakin parah saat debit air sungai meningkat akibat hujan deras.

Satu keluarga yang rumahnya berada tepat di bibir sungai menjadi pihak yang paling terancam. Mereka mengaku waswas setiap kali mendung datang.

“Setiap Ada Mendung, Warga Tidak Bisa Tidur”

“Setiap ada mendung, warga tidak bisa tidur. Takut tanah tempat kami berpijak amblas saat tengah malam,” ujar seorang warga setempat kepada Wordpers.id.

Kondisi ini membuat warga mendesak pemerintah daerah segera turun tangan. Mereka mengaku belum melihat adanya tim teknis atau alat berat yang dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat.

Surat Sudah Dikirim, Belum Ada Tindak Lanjut

Pemerintah Desa Nelan Indah mengaku telah mengirimkan surat resmi kepada instansi terkait untuk meminta penanganan darurat. Namun, hingga Jumat (10/7/2026), warga menyebut belum ada tindak lanjut di lapangan.

“Warga seperti dibiarkan menghadapi maut sendirian,” kata Bustanul, warga Desa Nelan Indah, saat dikonfirmasi, Jumat (10/7/2026).

Desakan Warga: Pasang Tanggul Darurat Sebelum Ada Korban

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Mukomuko segera menurunkan tim teknis untuk memasang tanggul sementara. Mereka juga meminta pemerintah menyusun langkah mitigasi agar longsor tidak semakin meluas.

“Jangan tunggu ada korban baru sibuk. Turunkan tim sekarang. Pasang tanggul darurat. Selamatkan nyawa kami,” desak Bustanul.

Menurut warga, penanganan cepat sangat dibutuhkan mengingat kondisi tebing yang terus mengalami pengikisan. Mereka khawatir jika hujan deras kembali mengguyur, longsor susulan bisa terjadi kapan saja dan menimbulkan korban jiwa.

Bagikan
Sumber: wordpers.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks