KOTA BENGKULU — Skema pembiayaan program ini unik. Tidak ada satu rupiah pun yang dibebankan ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Semua bersumber dari partisipasi ASN dan warga yang rutin menyisihkan Rp2 ribu melalui gerakan sedekah yang digagas Pemkot.
"Nilai sedekah tidak ditentukan oleh besar kecilnya nominal, melainkan oleh keikhlasan dan konsistensi. Ketika uang dua ribu rupiah dikumpulkan bersama-sama, nilainya dapat menjadi kekuatan besar," ujar Habib Abdurahman Alkaf di Bengkulu, Kamis.
Bukan Hanya Sembako, Ada Biaya Berobat hingga Gerobak Dagang
Bantuan yang disalurkan tidak terbatas pada paket sembako seperti beras, minyak goreng, dan gula bagi kaum dhuafa, lansia, janda, imam masjid, marbot, serta guru mengaji. Baznas Kota Bengkulu juga merambah sektor kesehatan dengan memberikan bantuan biaya pengobatan, alat kesehatan, hingga alat bantu bagi penyandang disabilitas.
Di bidang ekonomi, bantuan diberikan dalam bentuk modal usaha, fasilitas sarana berdagang, hingga program pengembangan usaha mikro. Tujuannya jelas: mendorong kemandirian ekonomi penerima, bukan sekadar memberi ikan.
Beasiswa dan Santunan untuk Anak Yatim
Sektor pendidikan juga menjadi sasaran. Baznas Kota Bengkulu telah menyalurkan beasiswa bagi pelajar berprestasi dari keluarga kurang mampu. Selain itu, program santunan bagi anak yatim rutin digelar, termasuk melalui kegiatan santunan lebaran yatim.
Habib menambahkan, bantuan kepada 3.500 mustahik ini merupakan hasil akumulasi penyaluran hingga pertengahan 2026. Ia optimistis angka ini akan terus bertambah seiring meningkatnya kesadaran masyarakat untuk berzakat dan bersedekah.
Mengapa Gerakan Rp2 Ribu Efektif?
Gerakan sedekah Rp2 ribu dinilai efektif karena tidak memberatkan. Dengan partisipasi massal, dana yang terkumpul mampu membiayai renovasi rumah warga, membantu biaya pengobatan, hingga mendukung pendidikan anak-anak. "Uang dua ribu rupiah yang dikumpulkan bersama-sama nilainya dapat menjadi kekuatan besar," kata Habib mengulang pesan inti program ini.