BENGKULU — Ketua PMI Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, menegaskan bahwa pendistribusian darah tidak bisa dilakukan sembarangan. Prosedur ketat harus dijalani karena setiap kantong darah harus jelas peruntukannya bagi pasien yang tengah dirawat di rumah sakit.
"Kita tidak bisa memberikan darah secara sembarangan. Semua harus jelas peruntukannya karena pengelolaan darah dilakukan dengan sangat teliti," kata Herwan, Selasa (7/7/2026).
Kebutuhan Pasien Cuci Darah Dominasi Distribusi
Menurut Herwan, sebagian besar stok darah yang dikelola PMI dialokasikan untuk pasien di berbagai rumah sakit di Bengkulu. Salah satu penerima terbesar adalah pasien yang menjalani terapi cuci darah atau hemodialisis.
"Sebagian besar kebutuhan darah untuk pasien di rumah sakit, termasuk pasien cuci darah, dipenuhi melalui PMI karena pengelolaan darah di PMI sudah sesuai standar," jelasnya.
Anggapan Stok Kosong Muncul dari Prosedur Distribusi yang Ketat
Herwan menjelaskan bahwa anggapan masyarakat mengenai stok darah yang kerap kosong muncul karena proses distribusi yang tidak bisa instan. Darah tidak bisa diberikan begitu saja tanpa verifikasi medis dan administrasi yang lengkap dari rumah sakit pemohon.
Prosedur ini, lanjutnya, justru untuk menjaga keamanan pasien. Setiap kantong darah harus melewati pemeriksaan ketat agar tidak menimbulkan risiko medis saat ditransfusikan.
Kekurangan 400 Kantong per Tahun, PMI Gencarkan Donor Bareng Instansi
Untuk menutup defisit sekitar 400 kantong per tahun, PMI Provinsi Bengkulu menggencarkan program donor darah dengan menggandeng instansi pemerintah daerah, instansi vertikal, hingga organisasi kemasyarakatan. Targetnya, kegiatan donor darah rutin bisa digelar secara bergilir di masing-masing instansi.
"Kemarin kami sudah rapat bersama instansi vertikal agar lebih berperan aktif melakukan donor darah maupun memfasilitasi kegiatan donor darah," ujar Herwan.
Peringatan Hari Donor Darah Sedunia 2026 menjadi momentum bagi PMI untuk kembali menegaskan komitmen meningkatkan penghimpunan, pengelolaan, dan pendistribusian darah. Herwan berharap kesadaran masyarakat untuk mendonorkan darahnya secara sukarela terus meningkat.