Pencarian

Nilai Tukar Petani Bengkulu Juni 2026 Anjlok 2,52 Persen, Harga Komoditas Perkebunan dan Ekspor Terpukul

Sabtu, 04 Juli 2026 • 11:46:01 WIB
Nilai Tukar Petani Bengkulu Juni 2026 Anjlok 2,52 Persen, Harga Komoditas Perkebunan dan Ekspor Terpukul
Nilai Tukar Petani Bengkulu Juni 2026 turun 2,52 persen akibat anjloknya harga komoditas perkebunan dan ekspor.

BENGKULU — Subsektor tanaman perkebunan rakyat menjadi penekan utama penurunan Nilai Tukar Petani (NTP) Bengkulu pada Juni 2026. Kepala BPS Provinsi Bengkulu, Win Rizal, mengungkapkan NTP subsektor ini ambles hingga 3,58 persen, lebih dalam dari subsektor peternakan yang turun 1,66 persen maupun perikanan yang melemah 2,26 persen.

Kondisi ini mencerminkan pendapatan petani dari hasil panen terus menyusut. Indeks Harga yang Diterima Petani (It) secara umum tercatat turun 1,96 persen. Sebaliknya, Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) justru naik 0,57 persen, menandakan pengeluaran untuk kebutuhan rumah tangga dan biaya produksi semakin membengkak.

Biaya Produksi Naik, Penerimaan Petani Justru Turun

“Turunnya NTP pada Juni 2026 menunjukkan bahwa penurunan harga yang diterima petani lebih besar dibanding kenaikan biaya yang harus dibayar petani. Kondisi ini memengaruhi daya tukar petani terhadap kebutuhan konsumsi maupun biaya produksi,” jelas Win Rizal dalam rilis resmi BPS.

Tekanan juga terlihat pada Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP). Indikator yang mengukur keuntungan usaha petani ini berada di angka 194,80 atau turun 3,31 persen secara bulanan. Artinya, biaya produksi yang meningkat tidak sebanding dengan penerimaan yang diperoleh petani.

Dua Subsektor Masih Hijau: Hortikultura dan Tanaman Pangan

Meski mayoritas subsektor tertekan, tidak semua petani merasakan dampak negatif. Subsektor hortikultura justru mencatat lonjakan signifikan dengan pertumbuhan NTP mencapai 13,86 persen. Subsektor tanaman pangan juga masih tumbuh tipis 0,34 persen.

Angka ini menunjukkan bahwa petani sayur, buah, dan padi di Bengkulu masih bisa menikmati margin yang lebih baik dibanding petani karet, kopi, atau kelapa sawit yang harga jualnya sedang lesu.

Ekspor Bengkulu Nyaris Mandek, Surplus Turun 69 Persen

Pelemahan harga komoditas juga berdampak langsung ke kinerja perdagangan luar negeri Bengkulu. BPS mencatat neraca perdagangan Bengkulu pada Januari-Mei 2026 masih surplus 15,74 juta dolar AS. Namun, capaian itu merosot tajam 69,16 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 51,03 juta dolar AS.

Penurunan drastis ini mengindikasikan bahwa volume dan nilai ekspor komoditas utama Bengkulu, yang sebagian besar berasal dari sektor perkebunan, mengalami kontraksi parah. Hingga Juni 2026, nilai transaksi ekspor bahkan nyaris tidak tercatat.

Bagikan
Sumber: betv.disway.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks