LEBONG — Fenomena langka terjadi di Desa Tik Tebing, Kecamatan Lebong Atas. Pada penyaluran BLT-Dana Desa Tahap I periode Januari hingga Juni 2026, pemerintah desa hanya menetapkan satu warga sebagai penerima. Keputusan ini justru dibaca sebagai indikator positif membaiknya kondisi ekonomi masyarakat setempat.
Penerima tunggal itu adalah Suna, seorang lansia berusia sekitar 80 tahun yang saat ini terbaring sakit. Bantuan sebesar Rp 300 ribu per bulan—atau Rp 1,8 juta untuk enam bulan—diserahkan langsung oleh perangkat desa di rumahnya, bukan di balai desa. Proses penyaluran disaksikan pihak Kecamatan Lebong Atas, perangkat desa, dan anggota BPD untuk menjamin transparansi.
Hanya Satu KPM dari Puluhan Kepala Keluarga
Kepala Desa Tik Tebing, Kulman Jaya, mengatakan bahwa setelah melalui proses pendataan dan musyawarah desa, hanya Suna yang memenuhi seluruh kriteria penerima BLT Dana Desa tahun ini. “Kami berupaya agar bantuan ini benar-benar tepat sasaran,” ujarnya.
Menurut Kulman, semakin sedikitnya penerima BLT bukan berarti bantuan dikurangi, melainkan mayoritas warga sudah memiliki kondisi ekonomi yang lebih baik. “Alhamdulillah, ini menjadi indikator yang positif. Namun bagi warga yang benar-benar membutuhkan, pemerintah desa tetap hadir dan tidak akan menutup mata,” katanya.
Bantuan untuk Kebutuhan Pokok dan Biaya Berobat
Kulman berharap bantuan yang diterima Suna dapat meringankan beban hidup sehari-hari, terutama untuk kebutuhan pokok dan biaya pengobatan. “Nilai-nya mungkin tidak besar, tetapi kami berharap dapat memberikan manfaat dan sedikit meringankan beban beliau,” ungkapnya.
Pemerintah Desa Tik Tebing menegaskan akan terus mengedepankan prinsip transparansi, keadilan, dan kepedulian sosial. “Tidak boleh ada warga yang benar-benar membutuhkan kemudian terabaikan. Kami akan terus melakukan pendataan secara objektif,” tegas Kulman.
Penyaluran Sederhana, Penuh Kekeluargaan
Penyaluran BLT-DD Tahap I berlangsung sederhana dan penuh rasa kekeluargaan. Momen ini menjadi pengingat bahwa di tengah meningkatnya kesejahteraan masyarakat, kepedulian terhadap warga lanjut usia dan kelompok rentan tetap menjadi tanggung jawab bersama.
Pemerintah desa berharap semangat gotong royong terus terjaga, sehingga pembangunan tidak hanya diukur dari infrastruktur, tetapi juga dari perhatian terhadap sesama yang membutuhkan.