KAUR — Sebanyak 50 peserta dari kalangan guru, pustakawan, mahasiswa, dan masyarakat umum mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Penulisan Berbasis Budaya Lokal. Kegiatan ini digagas Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kaur dengan menggandeng Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI).
Narasumber Tasman, M.Pd., guru dari SMPN 36 PKLK, membekali peserta dengan teknik penulisan, metode penggalian sejarah, dan penyusunan naskah bernilai dokumentatif. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kaur, Salehjon, M.Pd., menegaskan pelatihan ini merupakan langkah konkret menyelamatkan warisan leluhur dari arus modernisasi.
"Melalui pelatihan ini, kita dari Dinas Perpustakaan ingin memastikan bahwa kebudayaan Kaur tidak hanya diwariskan secara lisan, tetapi juga terdokumentasikan dengan kuat melalui tulisan," ujarnya, Selasa (2/6/2026).
Fokus pada Sejarah, Adat Istiadat, dan Potensi Wisata Lokal
Mengusung tema "Khasanah Lokal dan Kearifan Budaya Kaur", bimtek ini mengarahkan peserta untuk menulis tentang sejarah, adat istiadat, tradisi, serta profil potensi pariwisata di Kabupaten Kaur. Materi pelatihan mencakup teknik penulisan berbasis budaya lokal, metode penggalian sejarah daerah yang valid, dan bimbingan langsung penyusunan naskah.
Pemerintah daerah berkomitmen memperkuat literasi publik sekaligus memagari kelestarian budaya daerah melalui jalur tulisan. Dengan demikian, identitas sejarah Kaur tidak lenyap ditelan waktu.
Karya Terbaik Akan Dicetak dan Dikirim ke Perpusnas RI
Perpusnas RI memberikan dukungan penuh terhadap program ini. Sebagai bentuk apresiasi, karya tulis terbaik hasil kreasi peserta akan dipilih untuk dicetak dan diterbitkan secara resmi. Hasil cetakan tersebut selanjutnya diserahkan kepada Perpusnas RI sebagai dokumen arsip nasional.
Salehjon menambahkan bahwa langkah ini menjadi stimulan nasional dalam mendorong pertumbuhan budaya literasi di tingkat daerah sekaligus memicu lahirnya talenta penulis berbakat dari berbagai pelosok Nusantara. Para peserta bimtek terdiri dari tenaga pendidik, pustakawan, kalangan mahasiswa, hingga masyarakat umum yang memiliki ketertarikan di dunia literasi. Mereka dibekali kemampuan menulis yang informatif dan bernilai dokumentatif tinggi agar mampu menghasilkan naskah berkualitas.