BENGKULU — Warga Bengkulu yang memiliki kompetensi di bidang pengelolaan zakat kini punya kesempatan mengikuti seleksi calon pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Bengkulu. Pendaftaran dibuka mulai 29 Mei hingga 21 Juni 2026 melalui sistem informasi manajemen zakat (SIMZAT) Kementerian Agama.
Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu Saefudin Latief mengatakan seleksi ini menjadi langkah strategis untuk menghadirkan pimpinan Baznas yang profesional, amanah, dan memiliki visi besar dalam meningkatkan pengelolaan zakat di Bengkulu. "Kami berharap akan lahir figur-figur terbaik yang mampu memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat serta mendorong zakat menjadi instrumen pemberdayaan umat," ujarnya di Bengkulu, Sabtu.
Siapa Saja yang Bisa Mendaftar?
Seleksi ini terbuka untuk tokoh masyarakat, akademisi, praktisi, dan seluruh elemen yang memiliki kompetensi di bidang pengelolaan zakat. Proses seleksi dilakukan berdasarkan Peraturan Menteri Agama Nomor 10 Tahun 2025 tentang Seleksi Calon Anggota Badan Amil Zakat Nasional, Pimpinan Baznas Provinsi dan Kabupaten/Kota.
Pemerintah Provinsi Bengkulu berkolaborasi dengan Kementerian Agama untuk memastikan terpilihnya pimpinan Baznas yang memiliki integritas, kompetensi, dan komitmen dalam pengelolaan zakat untuk kemaslahatan umat. Saefudin mengatakan keberadaan pimpinan Baznas yang berkualitas sangat menentukan optimalisasi pengelolaan zakat di daerah.
Tahapan Seleksi Berlangsung Selama Sebulan
Proses seleksi akan berlangsung selama lebih dari satu bulan dengan beberapa tahapan ketat. Berikut jadwal lengkapnya:
- Pendaftaran: 29 Mei – 21 Juni 2026
- Seleksi administrasi: 22–23 Juni 2026
- Pengumuman hasil administrasi: 24 Juni 2026
- Masa sanggah: 25–26 Juni 2026
- Seleksi kompetensi dan penulisan makalah: 29–30 Juni 2026
- Pengumuman hasil tes kompetensi: 1 Juli 2026
- Seleksi wawancara: 6 Juli 2026
- Penelusuran rekam jejak: 7–8 Juli 2026
- Pengumuman hasil akhir: 9 Juli 2026
Mengapa Pimpinan Baznas Penting bagi Warga Bengkulu?
Menurut Saefudin, Baznas memiliki peran penting dalam membantu pengentasan kemiskinan, pemberdayaan ekonomi umat, hingga mendukung program-program sosial keagamaan. Oleh karena itu, diperlukan pimpinan yang memiliki kapasitas dan semangat pengabdian tinggi.
"Seleksi ini menjadi langkah strategis untuk menghadirkan pimpinan Baznas yang profesional, amanah, dan memiliki visi besar dalam meningkatkan pengelolaan zakat di Bengkulu," kata Saefudin. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat yang memenuhi persyaratan untuk ikut berpartisipasi dalam seleksi tersebut.
Apa yang Terjadi Jika Pimpinan Baznas Tidak Profesional?
Tanpa pimpinan yang berkualitas, pengelolaan zakat di daerah tidak bisa optimal. Kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pengelola zakat juga bisa melemah. Sebaliknya, dengan figur yang tepat, zakat bisa menjadi instrumen pemberdayaan umat yang efektif, terutama untuk mengentaskan kemiskinan di Bengkulu.