BENGKULU UTARA — Kabar duka menyelimuti rombongan jemaah haji Kloter PDG 04 asal Padang. Mustina Abdul Basir, seorang jemaah lanjut usia asal Bengkulu Utara, mengembuskan napas terakhir di Tower 9A, Hotel Al Hidaya, Makkah, sekitar pukul 02.30 waktu Arab Saudi.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bengkulu Utara, Hamid Muhakkam, membenarkan kabar tersebut. Ia menyampaikan bahwa almarhumah wafat di penginapan jemaah setelah sebelumnya dinyatakan sehat oleh tim medis pasca-puncak haji.
"Telah berpulang ke Rahmatullah saudara kita asal kabupaten Bengkulu Utara, provinsi Bengkulu yang tergabung dalam kloter 04 Padang, atas nama Mustina Abdul Basir," ungkap Hamid, Senin (1/6/2026).
Kondisi Kesehatan Sebelum Wafat
Menurut Hamid, almarhumah sempat mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Al-Noor Specialist Hospital Makkah sebelum pelaksanaan puncak haji di Armuzna. Setelah menjalani perawatan, kondisi Mustina dinyatakan membaik dan diizinkan mengikuti rangkaian ibadah puncak.
"Setelah pelaksanaan puncak haji almarhumah telah dinyatakan sehat untuk melaksanakan ibadah haji dan kemudian kembali ke hotel dalam keadaan sehat. Namun, sekitar pukul 02.30 waktu setempat beliau meninggal dunia," jelasnya.
Sosok Aktif di Mata Sesama Jemaah
Di mata jemaah satu kloter dan petugas pendamping, Mustina dikenal sebagai pribadi yang aktif mengikuti setiap rangkaian ibadah sejak tiba di Tanah Suci. Meski usianya sudah lanjut, almarhumah tetap bersemangat menjalani prosesi haji. Tim kesehatan terus memantau kondisinya mengingat faktor usia.
Penanganan Jenazah dan Doa
Petugas haji Indonesia di Makkah langsung bergerak cepat menangani kejadian ini sesuai prosedur. Laporan telah disampaikan kepada otoritas kesehatan dan penyelenggara haji Arab Saudi. Jenazah almarhumah akan diurus sesuai ketentuan dan dimakamkan di Makkah.
"Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Bengkulu Utara menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan. Serta mendoakan haji almarhumah mabrur dan mendapatkan pahala yang berlipat dari Allah SWT," tambah Hamid.
Pengingat bagi Jemaah Haji Lainnya
Wafatnya Mustina menjadi pengingat bagi seluruh jemaah haji asal Bengkulu dan Indonesia untuk terus menjaga kondisi kesehatan. Rangkaian ibadah yang padat, terutama setelah puncak haji, membutuhkan istirahat cukup agar kondisi fisik tetap prima. Musim haji tahun ini mencatat beberapa jemaah asal Provinsi Bengkulu yang meninggal dunia di Tanah Suci, menjadikan kewaspadaan terhadap kesehatan sebagai prioritas utama.