JAKARTA — Brigjen Pol Nasri Sulaeman resmi memegang tampuk pimpinan Polda Sulawesi Tengah menggantikan Irjen Pol Agus Nugroho. Mutasi ini menjadi bagian dari rotasi besar di tubuh Polri yang bertujuan menyegarkan organisasi sekaligus mengembangkan karier personel.
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir menyatakan bahwa pergantian pejabat merupakan dinamika organisasi yang wajar. "Mutasi jabatan pada institusi Polri merupakan bentuk penyegaran sekaligus pengembangan karier personel," ujar Johnny dalam keterangan resmi, Kamis (28/5/2026).
Jejak Karier Nasri di Bengkulu dan Sumatera
Nama Nasri Sulaeman bukanlah sosok baru di lingkungan Polri. Sebelum dipercaya memimpin Polda Sulteng, ia pernah menjabat sebagai Kapolres Bengkulu pada periode 2015–2017. Selama bertugas di Bengkulu, ia dikenal aktif dalam operasi pemberantasan premanisme dan penanganan konflik lahan di kawasan pesisir.
Pasca Bengkulu, kariernya terus menanjak. Ia sempat menjabat sebagai Direktur Reskrimum Polda Sumatera Selatan, lalu Wakapolda Lampung, sebelum akhirnya menduduki posisi Kepala Biro Operasi (Karo Ops) Mabes Polri. Pengalaman di daerah rawan konflik dan bencana alam menjadi nilai tambah yang dibawa ke Sulawesi Tengah.
Pesan Perdana: Humanis dan Pencegahan
Dalam apel perdananya di Mapolda Sulteng, Brigjen Pol Nasri langsung menekankan dua hal: profesionalisme dan integritas. Ia mengajak seluruh personel untuk mengedepankan pendekatan humanis dalam setiap penegakan hukum.
"Kita harus memperkuat fungsi pencegahan. Polisi bukan hanya penindak, tapi juga pelindung dan pelayan masyarakat," ujar Nasri di hadapan jajaran pejabat utama Polda Sulteng.
Target: Menekan Angka Kriminalitas dan Konflik Sosial
Sulawesi Tengah dikenal sebagai salah satu provinsi dengan dinamika keamanan yang kompleks, mulai dari konflik sosial hingga aksi terorisme sporadis. Nasri diminta Kapolri untuk fokus pada penguatan intelijen dan kolaborasi dengan TNI serta pemerintah daerah.
Langkah awal yang akan diambil adalah menggelar patroli dialogis di wilayah rawan, seperti Poso dan Parigi Moutong. "Pendekatan soft approach harus berjalan beriringan dengan penegakan hukum yang tegas," tambah Nasri.
Kapolri: Rotasi untuk Penguatan Kelembagaan
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa mutasi ini merupakan bagian dari pembinaan karier jangka panjang. "Kami ingin setiap pejabat mendapatkan pengalaman di berbagai tipe wilayah, dari perkotaan hingga daerah konflik," ujar Listyo dalam sambutannya.
Nasri sendiri merupakan teman seangkatan Kapolri di Akademi Kepolisian 1991. Kedekatan ini diyakini akan memperlancar koordinasi antara Polda Sulteng dan Mabes Polri dalam menangani isu-isu strategis di wilayah timur Indonesia.
Apa Tugas Utama Kapolda Sulteng Selanjutnya?
Prioritas jangka pendek Nasri adalah menyelesaikan kasus-kasus kriminal yang belum terungkap, termasuk perampokan bersenjata dan penyalahgunaan narkoba. Selain itu, ia juga akan mengawal program vaksinasi dan pengamanan Pilkada serentak 2026 di Sulawesi Tengah.
Dengan pengalaman panjang di Bengkulu dan Sumatera, publik berharap Nasri mampu membawa angin segar bagi keamanan di Sulawesi Tengah yang selama ini kerap menjadi sorotan nasional.