KOTA BENGKULU — Pj Sekda Kota Bengkulu menekankan bahwa esensi Iduladha bukan sekadar ritual penyembelihan hewan kurban, melainkan juga penguatan solidaritas sosial. Momen ini dinilai tepat untuk merawat kebersamaan dan gotong royong di tengah masyarakat.
"Iduladha mengajarkan kita tentang keikhlasan dan pengorbanan. Semangat ini harus kita wujudkan dalam bentuk kepedulian nyata terhadap saudara-saudara kita yang membutuhkan," ujar Pj Sekda dalam keterangannya, Senin (17/6).
Bagaimana Warga Bisa Berpartisipasi?
Pemerintah Kota Bengkulu mendorong partisipasi aktif warga melalui berbagai program sosial yang telah disiapkan. Selain penyaluran hewan kurban ke masjid dan lingkungan terdekat, warga juga bisa berkontribusi melalui posko-posko bantuan yang didirikan di setiap kelurahan.
Pj Sekda mengimbau agar distribusi daging kurban dilakukan secara merata dan tepat sasaran. Prioritas utama diberikan kepada keluarga prasejahtera, anak yatim, dan warga yang tinggal di kawasan padat penduduk.
Nilai Luhur Iduladha di Tengah Kehidupan Modern
Di tengah hiruk-pikuk aktivitas perkotaan, pesan pengorbanan dan keikhlasan menjadi pengingat penting. Pj Sekda berharap semangat berbagi tidak berhenti setelah hari raya, tetapi bisa menjadi budaya sehari-hari.
"Kita ingin nilai-nilai Iduladha tertanam kuat dalam kehidupan bermasyarakat. Bukan hanya setahun sekali, tapi menjadi karakter kita sebagai warga Kota Bengkulu," tambahnya.
Dukungan Pemkot untuk Kelancaran Perayaan
Pemerintah Kota Bengkulu telah memastikan ketersediaan fasilitas pendukung, termasuk tempat pemotongan hewan kurban yang memenuhi standar kebersihan dan kesehatan. Petugas dari Dinas Pertanian dan Peternakan juga disiagakan untuk melakukan pemeriksaan hewan kurban sebelum dan sesudah dipotong.
Warga yang akan berkurban diimbau untuk memastikan hewan dalam kondisi sehat dan memenuhi syariat. Pemkot juga mengingatkan agar limbah pemotongan dikelola dengan baik agar tidak mengganggu lingkungan.