BENGKULU — Sidak yang dilakukan anggota Komisi IV DPRD Kota Bengkulu ke salah satu dapur penyedia program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak berhenti pada temuan di lokasi. Rapat internal yang digelar setelahnya memutuskan untuk memanggil sejumlah pihak, termasuk dinas teknis, guna mengklarifikasi temuan tersebut.
Apa yang Ditemukan dalam Sidak?
Dalam kunjungan mendadak itu, sejumlah anggota dewan menyoroti beberapa aspek operasional dapur MBG. Meski detail spesifik temuan belum dirilis secara resmi, sidak tersebut digambarkan menemukan kejanggalan dalam proses produksi atau distribusi makanan.
“Kami menemukan beberapa catatan yang perlu diluruskan. Ini menyangkut kualitas dan ketepatan sasaran program,” ujar salah satu anggota Komisi IV dalam diskusi tertutup yang dikutip dari sumber.
Langkah DPRD Setelah Sidak
Alih-alih berhenti pada laporan lisan, Komisi IV memutuskan untuk menindaklanjuti temuan secara formal. Pemanggilan terhadap Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan Kota Bengkulu dijadwalkan dalam waktu dekat.
Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa program yang menyasar anak sekolah tersebut berjalan sesuai standar gizi dan prosedur yang ditetapkan. Legislatif ingin memastikan tidak ada penyimpangan dalam pengelolaan anggaran maupun distribusi pangan.
Mengapa Sidak Ini Berbuntut Panjang?
Program MBG merupakan salah satu program unggulan yang menyasar ribuan siswa di Kota Bengkulu. Besarnya anggaran dan dampak langsung ke masyarakat membuat pengawasannya menjadi sorotan.
“Kami tidak ingin program sebesar ini berjalan tanpa pengawasan ketat. Jika ada yang salah, harus segera diperbaiki,” tegas sumber di internal DPRD.
Fakta bahwa sidak langsung diikuti rencana pemanggilan resmi menunjukkan bahwa temuan di lapangan dianggap serius oleh dewan. Hal ini juga menjadi sinyal bagi penyedia jasa dan dinas terkait untuk meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi.
Bagaimana Nasib Program MBG ke Depan?
Hingga berita ini diturunkan, Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan Kota Bengkulu belum memberikan pernyataan resmi. Namun, Komisi IV memastikan akan terus memantau perkembangan program ini.
Jika dalam pemanggilan nanti ditemukan pelanggaran administratif atau teknis, bukan tidak mungkin rekomendasi perbaikan hingga penghentian sementara penyaluran akan dikeluarkan. Warga dan orang tua siswa diimbau untuk turut aktif melaporkan jika menemukan kejanggalan dalam pelaksanaan MBG di sekolah masing-masing.
Apa Dampak Sidak Ini bagi Warga?
Bagi warga Kota Bengkulu, terutama orang tua yang anaknya menerima manfaat MBG, sidak ini menjadi jaminan bahwa program tersebut diawasi secara ketat. Tidak ada ruang bagi praktik curang yang bisa merugikan gizi anak-anak.
“Kami mendukung langkah DPRD. Jangan sampai program baik ini dikorupsi atau tidak tepat sasaran,” ujar seorang warga di Kelurahan Bentiring, Kota Bengkulu.
Ke depannya, hasil pemanggilan dan rekomendasi dari Komisi IV akan menjadi acuan bagi Pemkot Bengkulu dalam mengevaluasi kontrak dan kinerja penyedia jasa katering MBG.