BENGKULU — Aktivitas bongkar muat sampah di TPA Air Sebakul selama ini kerap terhambat saat malam tiba. Minimnya penerangan membuat para sopir armada pengangkut sampah harus ekstra hati-hati, bahkan tak jarang operasional terpaksa melambat.
Kondisi itu akan segera berubah. Dinas Perhubungan Kota Bengkulu bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) telah merampungkan survei lapangan untuk memetakan titik-titik pemasangan lampu di lokasi pembuangan akhir tersebut.
Lampu Sorot 200 Watt untuk Area Inti TPA
Kepala Dishub Kota Bengkulu, Toni Hastri Putra, menyebut jenis lampu yang akan dipasang adalah flood light atau lampu sorot berdaya besar. Kapasitasnya mencapai minimal 180 watt hingga 200 watt per unit.
"Dengan kapasitas daya sebesar itu, area inti aktivitas di TPA bisa lebih benderang dan sangat memudahkan operasional para sopir armada persampahan," ujar Toni Hastri Putra, Rabu (20/5/2026).
Langkah ini diambil setelah Dishub dan DLH meninjau langsung kondisi lapangan. Target utamanya, aktivitas bongkar muat kendaraan pengangkut sampah pada malam hari bisa berjalan lebih aman, cepat, dan lancar.
PJU di Jalur Akses Juga Dipertimbangkan
Pemerintah daerah tak hanya fokus pada area dalam TPA. Opsi perluasan pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU) di sepanjang jalur akses utama menuju lokasi TPA Air Sebakul juga tengah dikaji.
"Kami juga mempertimbangkan penambahan lampu PJU di koridor jalan luar menuju lokasi. Ini penting agar aspek keamanan bagi pengendara umum maupun para sopir armada sampah kita semakin terjamin dengan baik," pungkas Toni.
Intervensi penerangan di jalur akses ini bertujuan menekan risiko kecelakaan lalu lintas. Terlebih, mobilitas truk sampah yang melintas pada dini hari membutuhkan visibilitas yang optimal agar tetap tertib dan nyaman.
Koordinasi Lintas Dinas untuk Hasil Maksimal
Rencana pemasangan lampu ini merupakan hasil koordinasi intensif antara Dishub dan DLH. Kedua dinas telah memastikan titik-titik krusial penempatan tiang lampu agar daya pancar cahaya bisa menjangkau radius area pembuangan secara maksimal.
Dengan adanya penerangan baru ini, diharapkan tidak ada lagi keluhan dari sopir armada sampah yang selama ini mengeluhkan kondisi gelap gulita. Operasional pengangkutan sampah di Kota Bengkulu pun diharapkan berjalan lebih efisien.