BENGKULU — Pemerintah Kota Bengkulu tengah merancang pengembangan fasilitas baru di RSUD Harapan dan Doa (RSHD) berupa kelas khusus atau eksekutif premium. Targetnya adalah masyarakat kelas ekonomi atas yang menginginkan pelayanan prima.
Wali Kota Bengkulu mengungkapkan bahwa Gubernur telah menawarkan gedung Dinas Sosial untuk direalisasikan menjadi lokasi layanan tersebut. “Jadi maksud hati memang Pak Gubernur sudah menawarkan gedung eh Dinas Sosial. Nanti ada eh rencananya itu ada semacam kelas khusus atau pelayanan khusus di luar BPJS,” ujarnya, Rabu (29/7/26).
Menurutnya, kebutuhan ini muncul karena sebagian warga menginginkan layanan lebih privat. “Terkadang ada masyarakat yang punya ekonomi yang baik, dia pengin pelayanan yang prima. Kalau di Cipto itu semacam Kencana,” tambah Wali Kota.
Pemkot Bengkulu menyadari pengembangan ini membutuhkan modal besar. Manajemen RSHD harus menyusun standarisasi sarana dan prasarana sebelum proyek berjalan.
Direktur RSHD telah diinstruksikan menghitung total kebutuhan dana. Hal ini dilakukan di tengah kebijakan efisiensi anggaran daerah yang tengah diterapkan.
“Nah, tapi kan harus kita siapkan juga dari sisi anggaran. Karena itu tidak sedikit, misalkan eksekutifnya itu betul-betul kayak privat lah gitu kan. Nah jadi tadi saya minta Bu Direktur coba dihitung berapa sih kebutuhan,” ujar Wali Kota.
Meski kondisi anggaran terbatas, Wali Kota menegaskan komitmen pembangunan tetap berjalan. “Walaupun di tengah kondisi anggaran yang saat ini kita tahu efisiensi, tapi insya allah Kota Bengkulu tetap terus membangun,” tutupnya.
Pengembangan kelas eksekutif ini diharapkan mampu memperluas cakupan pendapatan daerah sekaligus memenuhi kebutuhan pasar medis di Kota Bengkulu. Layanan ini akan beroperasi secara terpisah dari layanan BPJS Kesehatan yang sudah ada.