BENGKULU — Peluncuran ini terjadi hanya sehari setelah peresmian Mazda Indonesia Plant (MIP) di Citeureup, Bogor, Jawa Barat. Pabrik seluas lebih dari 6 hektar ini memiliki kapasitas produksi hingga 5.700 unit per tahun. Langkah ini menandai fase baru investasi Mazda di Indonesia, tidak lagi sekadar menjual mobil impor utuh.
Model ini mencatat sejarah sebagai kendaraan Mazda pertama yang dirakit secara lokal. Meski diproduksi di dalam negeri, PT EMI memastikan standar kualitas global tetap dipegang ketat. Karakter presisi dan kenyamanan berkendara disebut setara dengan standar perakitan Jepang.
Berkat lokalisasi, The New Mazda CX-30 dibanderol dengan harga kompetitif. SUV ini dilepas ke pasar dengan harga Rp499.000.000.
Generasi terbaru dari SUV global andalan Mazda ini hadir dengan evolusi desain KODO yang lebih modern. Kabinnya diklaim lebih lapang dan antarmuka pengemudi dibuat lebih intuitif, tetap memegang filosofi Jinba-Ittai. Untuk pasar Indonesia, tersedia dua pilihan varian:
Mazda 6e Fastback menjadi sorotan utama karena menandai masuknya Mazda ke era Battery Electric Vehicle (BEV) di Indonesia. Sedan berdesain fastback ini tetap mengusung bahasa desain KODO yang aerodinamis. Mobil listrik premium ini dipasarkan dengan harga Rp850.000.000.
Untuk memanjakan pengunjung, PT EMI menghadirkan arena pameran seluas 1.056 meter persegi di Hall 5 ICE BSD City. Booth ini dirancang dengan arsitektur kental nuansa Japanese Premium. Beberapa fasilitas eksklusif yang tersedia antara lain Mazda Lounge & Café, area merchandising Mazda Curated, Mazda Genuine Parts Corner, dan Mazda Owners Club Corner.
Ricky Thio, Chief Operating Officer PT Eurokars Motor Indonesia, menyatakan bahwa peresmian pabrik dan peluncuran tiga model ini adalah wujud keyakinan terhadap masa depan Indonesia. "Mazda tidak hanya menghadirkan kendaraan, tetapi juga pengalaman yang memperkaya kehidupan melalui desain yang memikat, teknologi yang berpusat pada manusia, serta craftsmanship khas Jepang," ujarnya.