BENGKULU — Kementerian Luar Negeri RI melalui Kedutaan Besar RI di Tokyo terus memantau perkembangan situasi pascagempa yang juga diikuti sejumlah gempa susulan dan peringatan tsunami yang kini telah dicabut. "Sejauh ini, belum terdapat laporan terkait WNI yang terdampak gempa di kedua wilayah tersebut. Seluruhnya dilaporkan dalam kondisi aman," demikian pernyataan resmi Kemlu, Rabu (29/7/2026).
KBRI Tokyo telah menghubungi simpul-simpul komunitas WNI yang berada di wilayah Kumamoto dan Kyushu. Langkah ini diambil untuk memastikan data terkini kondisi warga di lapangan. Pemerintah Indonesia mengimbau WNI di wilayah akreditasi tetap tenang dan terus memantau informasi resmi dari Japan Meteorological Agency (JMA).
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Kebakaran dan Bencana Jepang, dua dari lima korban tewas ditemukan di dalam pusat perbelanjaan yang runtuh. Tiga korban lainnya ditemukan di lokasi terpisah di wilayah Kumamoto. Tim penyelamat dilaporkan telah mengevakuasi delapan orang dari Aeon Mall Kumamoto setelah terjadi ledakan pascagempa di mal tersebut.
Dari delapan orang yang dievakuasi, dua wanita berusia 20-an tahun dipastikan meninggal dunia. Satu orang lainnya dilaporkan mengalami henti jantung dan napas, sementara lima orang lainnya mengalami luka-luka. Pihak berwenang menyatakan kondisi kelima korban luka tidak mengancam jiwa.
Gempa juga menyebabkan ribuan rumah kehilangan aliran listrik. Jalan-jalan di seluruh wilayah dilaporkan mengalami kerusakan dan retakan, mempersulit akses tim penyelamat.
Peringatan tsunami yang sempat dikeluarkan otoritas Jepang pascagempa kini telah resmi dicabut. Meski demikian, warga diimbau tetap waspada terhadap potensi gempa susulan yang masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan. Japan Meteorological Agency terus memperbarui data aktivitas seismik di kawasan tersebut.