BENGKULU — Pemerintah Provinsi Bengkulu mengusulkan pembangunan jalur rel kereta api sepanjang 98 kilometer yang menghubungkan Lubuk Linggau, Sumatera Selatan, dengan Bengkulu. Usulan ini disampaikan untuk memperkuat konektivitas angkutan komoditas dan mendorong pertumbuhan ekonomi melalui Pelabuhan Pulau Baai. Asisten II Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu Bidang Perekonomian dan Pembangunan R.A. Denni menyebutkan surat usulan telah dikirimkan ke kementerian terkait.
Denni menjelaskan bahwa pembukaan jalur ini memiliki nilai ekonomi besar karena dapat menjadi akses alternatif pengangkutan komoditas dari Sumatera Selatan. Pihak PT Bukit Asam disebutkan turut mengharapkan adanya akses tersebut.
"Kalau dibawa ke Lampung, itu 460 kilometer. Kalau dia bawa ke Bengkulu, hanya lebih kurang dari Bukit Asam itu dua ratusan kilometer," kata Denni di Bengkulu, Selasa.
Pemprov Bengkulu mengaku telah berkomunikasi dengan pihak swasta yang menyatakan kesiapan membangun jalur rel tersebut. Namun, keputusan akhir tetap berada di tangan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perhubungan.
"Kami sudah ada pihak swasta yang menyatakan siap kalau mereka diberi kesempatan untuk melakukan pembangunan itu," ujar Denni.
Menurutnya, Pemprov tidak memiliki kewenangan untuk memutuskan pembangunan rel secara mandiri. Skema pembiayaan, baik melalui anggaran negara maupun keterlibatan swasta, akan ditentukan oleh pemerintah pusat.
Denni menilai keberadaan rel ini dapat membuka peluang peningkatan arus komoditas melalui Pelabuhan Pulau Baai. Ia berharap pembahasan bersama Kementerian Perhubungan dapat segera dilakukan agar usulan ini memiliki kejelasan tindak lanjut.
"Kalau kita buka rel dari Lubuk Linggau ke Bengkulu hanya 98 kilometer, komoditas dari Bukit Asam (Sumsel) keluar nanti lewat Pelabuhan Pulau Baai," kata Denni.