SELUMA — Pemerintah Kabupaten Seluma memastikan gelontoran dana irigasi senilai Rp7,8 miliar dari Kementerian Pertanian telah mulai dikerjakan oleh kelompok tani penerima. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Seluma, Arian Sosial, menyatakan bahwa proyek yang masuk dalam program Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (LIP) itu dikerjakan langsung oleh petani, bukan kontraktor.
Dana tersebut terbagi dalam tiga program utama. Alokasi terbesar, sekitar Rp4,5 miliar, digelontorkan untuk pembangunan irigasi perpompaan yang melibatkan 30 kelompok tani. Sebanyak 15 kelompok tani lainnya mendapat jatah irigasi perpipaan senilai Rp1,4 miliar. Sementara itu, 16 kelompok tani sisanya menggarap pembangunan embung atau dam parit dengan anggaran mencapai Rp1,9 miliar.
Pemkab Seluma sengaja memilih skema swakelola agar seluruh anggaran berputar langsung di desa. Arian menjelaskan, perputaran uang sebesar Rp7,8 miliar itu memberikan dampak langsung pada ekonomi mikro di tingkat akar rumput. "Program ini tidak hanya membangun infrastruktur irigasi, tetapi juga menggerakkan perekonomian masyarakat. Perputaran dana sebesar Rp7,8 miliar tentu memberikan dampak langsung maupun tidak langsung terhadap geliat ekonomi mikro di Kabupaten Seluma," kata Arian dalam pernyataan resmi yang diterima di Bengkulu, Senin.
Selain itu, tenaga kerja yang digunakan dalam proyek ini semuanya berasal dari warga lokal di desa-desa lokasi proyek. Hal ini menjadi suntikan ganda bagi perekonomian pedesaan, di mana petani tidak hanya mendapatkan infrastruktur irigasi, tetapi juga penghasilan tambahan dari upah kerja.
Tujuan utama dari program ini adalah meningkatkan ketersediaan air bagi lahan tanaman pangan. Selama ini, petani di Seluma kerap kesulitan mengatur jadwal tanam karena sangat bergantung pada musim hujan. Dengan adanya jaringan irigasi yang lebih baik, diharapkan produktivitas pertanian bisa meningkat secara signifikan. "Pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi tersebut bertujuan meningkatkan ketersediaan air bagi lahan tanaman pangan sehingga petani tidak lagi bergantung sepenuhnya pada curah hujan saat musim tanam," ujar Arian.
Pemkab Seluma berharap seluruh proyek rampung sesuai jadwal agar manfaatnya bisa segera dirasakan pada musim tanam mendatang. Jika kebutuhan air di lahan terpenuhi secara optimal, hasil panen tanaman pangan di kabupaten tersebut diprediksi akan melonjak. Saat ini, realisasi proyek sudah berjalan sejak Juli dan terus dipantau oleh Dinas Pertanian setempat.