BENGKULU — Festival Pantai Panjang 2026 yang baru saja usai meninggalkan catatan ekonomi manis bagi para pedagang kecil di Kota Bengkulu. Tidak sekadar menjadi ajang hiburan dan wisata kuliner, event yang digelar di kawasan Pantai Panjang itu menjelma menjadi mesin cuan bagi UMKM setempat.
Salah satu pelaku UMKM, Ledy, penjual telur gulung dan es teh, mengaku pendapatannya meroket drastis selama festival. Ia menyebut omzet harian yang biasanya hanya Rp500 ribu bisa meningkat hingga 300 persen selama tiga hari penyelenggaraan.
“Biasanya omzet sekitar Rp500 ribu, saat festival bisa meningkat sampai 90 persen hingga 300 persen. Ini sangat membantu kami sebagai pelaku UMKM,” ujar Ledy, Minggu (26/7/2026).
Ledy mengapresiasi Dinas Pariwisata Kota Bengkulu yang dinilainya berhasil membuka ruang kolaborasi bagi pedagang kecil. Ia berharap kegiatan serupa rutin digelar agar UMKM Bengkulu semakin berkembang.
Festival ini tidak hanya diramaikan oleh pedagang makanan dan minuman. Boim dari Royal Pet Shop and Pet Spa mengaku event tersebut menjadi momentum perdana yang sukses bagi usahanya. Ia membawa hewan eksotis seperti reptil dan iguana dalam pameran yang mendapat sambutan tinggi dari pengunjung.
“Untuk event ini bisa dibilang perdana bagi kami. Menurut saya, Festival Pantai Panjang ini sukses. Antusias pengunjung tinggi dan daya beli masyarakat mulai meningkat,” kata Boim.
Menurutnya, festival semacam ini tidak hanya menguntungkan secara finansial tetapi juga menjadi ajang promosi efektif bagi kawasan wisata Pantai Panjang.
Dari sisi pengunjung, respons positif juga mengalir deras. Gita, salah satu pengunjung, mengaku puas dengan variasi produk yang ditawarkan. “Semua kulinernya menarik, sampai bingung milihnya,” ujarnya.
Keragaman ini dinilai menjadi daya tarik utama yang membuat masyarakat berbondong-bondong datang ke lokasi festival selama tiga hari berturut-turut.
Dwi dari UMKM Albaik menilai festival ini memberikan dampak besar bagi pelaku usaha. “Menurut saya acara ini sangat bagus. Tentunya untuk kami para UMKM sangat terbantu dengan acara ini. Pokoknya the best, semoga kegiatan seperti ini rutin diadakan di Kota Bengkulu,” katanya.
Hal senada disampaikan Teguh dari UMKM lainnya. Ia menekankan bahwa festival mempertemukan langsung produsen dengan konsumen tanpa perlu perantara toko fisik. “Omzet kami sangat terbantu karena bisa langsung bertemu dengan customer. Jadi mereka tidak perlu datang ke toko, cukup melalui event ini sudah bisa mengenal produk kami,” ujarnya.
Keberhasilan Festival Pantai Panjang 2026 menjadi indikator bahwa sinergi antara pemkot, pelaku usaha, dan masyarakat mampu menciptakan ruang ekonomi kreatif yang produktif. Event ini tidak lagi sekadar agenda tahunan, melainkan penggerak nyata bagi perekonomian lokal Kota Bengkulu.