Kemarau Panjang di Bengkulu Bikin Taman Kota Layu, DLH Gandeng Damkar untuk Penyiraman

Penulis: Parsaoran Hutapea  •  Jumat, 24 Juli 2026 | 18:41:01 WIB
Petugas Damkar menyiram tanaman di taman kota Bengkulu untuk mengatasi dampak kemarau panjang.

BENGKULU — Kepala DLH Kota Bengkulu, Anshar Amin, menyatakan pihaknya terus berupaya menjaga taman di tengah cuaca panas berkepanjangan. Kolaborasi dengan Damkar dilakukan karena instansi tersebut memiliki armada dan peralatan yang memadai untuk mendukung penyiraman tanaman.

"Musim kemarau ini menjadi persoalan bagi perawatan taman. Kami sudah mengoptimalkan sumber daya yang ada, termasuk membangun kolaborasi dengan Damkar karena mereka memiliki armada dan peralatan yang dapat mendukung penyiraman tanaman," kata Anshar.

Tanaman Pucuk Merah Paling Rawan Kekeringan

Secara ideal, penyiraman taman dilakukan satu kali setiap hari. Namun, intensitas panas yang terus meningkat membuat kebutuhan air tanaman bertambah. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi petugas di lapangan.

Anshar menjelaskan, beberapa jenis tanaman sangat rentan terhadap kondisi kekeringan. Salah satunya pucuk merah, yang membutuhkan perhatian lebih karena mudah mati apabila kekurangan air dalam waktu lama.

"Beberapa tanaman seperti pucuk merah sangat rawan jika terlalu lama kekurangan air. Karena itu, kami memberikan perlakuan khusus dan terus mengoptimalkan penyiraman agar tanaman tetap terjaga," ujarnya.

DLH Targetkan Taman Kota Tetap Asri

DLH Kota Bengkulu berharap upaya ini dapat meminimalkan dampak musim kemarau terhadap ruang terbuka hijau dan taman kota. Dengan perawatan ekstra, pemerintah daerah ingin taman-taman tersebut tetap terlihat asri dan nyaman bagi masyarakat.

Musim kemarau tahun ini diperkirakan masih berlangsung beberapa pekan ke depan. DLH akan terus memantau kondisi tanaman dan menyesuaikan jadwal penyiraman jika diperlukan.

Reporter: Parsaoran Hutapea
Sumber: bengkuluekspress.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top