BENGKULU — Kepala DLH Kota Bengkulu, Anshar Amin, menyatakan pihaknya terus berupaya menjaga taman di tengah cuaca panas berkepanjangan. Kolaborasi dengan Damkar dilakukan karena instansi tersebut memiliki armada dan peralatan yang memadai untuk mendukung penyiraman tanaman.
"Musim kemarau ini menjadi persoalan bagi perawatan taman. Kami sudah mengoptimalkan sumber daya yang ada, termasuk membangun kolaborasi dengan Damkar karena mereka memiliki armada dan peralatan yang dapat mendukung penyiraman tanaman," kata Anshar.
Secara ideal, penyiraman taman dilakukan satu kali setiap hari. Namun, intensitas panas yang terus meningkat membuat kebutuhan air tanaman bertambah. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi petugas di lapangan.
Anshar menjelaskan, beberapa jenis tanaman sangat rentan terhadap kondisi kekeringan. Salah satunya pucuk merah, yang membutuhkan perhatian lebih karena mudah mati apabila kekurangan air dalam waktu lama.
"Beberapa tanaman seperti pucuk merah sangat rawan jika terlalu lama kekurangan air. Karena itu, kami memberikan perlakuan khusus dan terus mengoptimalkan penyiraman agar tanaman tetap terjaga," ujarnya.
DLH Kota Bengkulu berharap upaya ini dapat meminimalkan dampak musim kemarau terhadap ruang terbuka hijau dan taman kota. Dengan perawatan ekstra, pemerintah daerah ingin taman-taman tersebut tetap terlihat asri dan nyaman bagi masyarakat.
Musim kemarau tahun ini diperkirakan masih berlangsung beberapa pekan ke depan. DLH akan terus memantau kondisi tanaman dan menyesuaikan jadwal penyiraman jika diperlukan.