KOTA BENGKULU — Sebanyak 262 siswa dari keluarga miskin dan miskin ekstrem resmi tercatat sebagai peserta didik Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Bengkulu untuk tahun ajaran 2026/2027. Penerimaan ini ditetapkan dalam rapat pleno final dan ditandai dengan kegiatan open house serta Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di gedung baru sekolah tersebut, Senin.
Kepala Sentra Dharma Guna Bengkulu, Hari Setiadi, menyatakan komitmen Kementerian Sosial untuk mendorong kemajuan pendidikan di Bengkulu. Kolaborasi dilakukan bersama Pemerintah Provinsi, pemerintah kabupaten/kota, BPS, Kementerian Pekerjaan Umum, dan berbagai pihak lainnya.
Dari total 262 siswa yang diterima, rinciannya adalah 52 siswa untuk jenjang Sekolah Dasar (SD), 90 siswa untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan 120 siswa untuk Sekolah Menengah Atas (SMA). Seluruh siswa akan mengikuti sistem pendidikan berasrama secara gratis.
Sekolah Rakyat merupakan program yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto. Tujuannya memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem sebagai upaya memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.
Kegiatan belajar mengajar tahun ini sudah berlangsung di gedung baru Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 yang berlokasi di Jalan Serawai, Sukarami, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu. Sebelumnya, sekolah rintisan bernama Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 6 Kota Bengkulu beroperasi di Sentra Dharma Guna Bengkulu sejak 2025 dengan 92 siswa.
Gubernur Bengkulu Helmi Hasan yang membuka langsung acara open house dan MPLS menyebut momen ini sebagai hari bersejarah. “Hari ini adalah hari yang membahagiakan bagi Sang Saka Merah Putih, bagi Indonesia tercinta. Untuk negara yang ingin maju harus fokus pada pendidikan. Kita hari ini menjadi saksi sejarah, api kebangkitan telah mulai dikobarkan dari Provinsi Bengkulu, Bumi Merah Putih,” ujarnya.
Helmi menambahkan, keberadaan Sekolah Rakyat diharapkan mampu melahirkan generasi Bengkulu yang berprestasi, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Ia menekankan setiap anak bangsa berhak mendapat kesempatan yang sama untuk menempuh pendidikan berkualitas.
Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Bengkulu, Yuliarma Yenni, menyampaikan visi sekolahnya menjadi lembaga yang religius, unggul, berprestasi, dan berdaya saing global. Ia berharap program ini bisa menekan angka putus sekolah di Bengkulu.