Pemkot Bengkulu Awasi 150 Tapping Box di Restoran dan Hotel, Pantau Transaksi Pajak secara Real-Time dari Kantor

Penulis: Parsaoran Hutapea  •  Senin, 20 Juli 2026 | 17:49:31 WIB
Petugas Bapenda Kota Bengkulu memantau 150 tapping box di restoran dan hotel secara real-time untuk mengawasi transaksi pajak daerah.

KOTA BENGKULU — Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bengkulu Noni Yuliesti menyatakan, sistem pemantauan digital ini memungkinkan petugas mendeteksi jika alat perekam transaksi mati. "Apabila muncul indikator merah, berarti tapping box-nya mati. Kami langsung menurunkan tim bersama vendor untuk melakukan penanganan," ujarnya di Bengkulu, Senin.

Indikator Merah Jadi Alarm Kebocoran Pajak Daerah

Tim gabungan dari Bapenda, Bank Bengkulu, dan vendor secara rutin mengecek perangkat yang terdeteksi tidak aktif. Berdasarkan evaluasi sementara, hampir seluruh tapping box yang sempat bermasalah kini telah kembali berfungsi. Beberapa unit lainnya masih dalam proses perbaikan oleh vendor.

Data Omzet Terekam Otomatis, Pelaku Usaha Tak Bisa Manipulasi

Alat tapping box merekam transaksi pada mesin kasir sehingga data omzet terpantau secara otomatis. Sistem ini menjadi instrumen penting untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak di sektor usaha yang rawan kebocoran. "Upaya digitalisasi perpajakan telah menjadi salah satu fokus Pemerintah Kota Bengkulu dalam beberapa tahun terakhir," terang Noni.

Seluruh perangkat kini terhubung dalam sistem pemantauan digital yang memungkinkan kondisi tapping box dipantau secara langsung. Setiap gangguan dapat segera diketahui tanpa harus menunggu laporan dari wajib pajak.

Transparansi Digital Dongkrak Pendapatan Asli Daerah

Pemasangan 150 tapping box pada tahun 2024 lalu merupakan langkah strategis Pemkot Bengkulu untuk meminimalkan potensi kebocoran penerimaan pajak. Sistem terbuka ini memungkinkan Bank Bengkulu dan Bapenda sama-sama memonitor kondisi perangkat. Noni menambahkan, seluruh pihak yang berkepentingan dapat melihat kondisi perangkat secara langsung melalui sistem yang transparan tersebut.

Reporter: Parsaoran Hutapea
Sumber: bengkulu.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top