BENGKULU — Pemerintah Provinsi Bengkulu mengemas kegiatan nobar final Piala Dunia 2026 dengan sentuhan religius dan sosial. Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Herwan Antoni menyatakan bahwa acara yang berlangsung Senin dini hari itu tidak hanya menjadi wadah menyaksikan pertandingan bersama, tetapi juga diisi doa bersama dan santunan kepada anak yatim.
Pemprov Bengkulu mengingatkan para peserta nobar untuk tetap menonton sambil berdzikir dan tidak melupakan ibadah tahajud. Menurut Herwan Antoni, konsep ini diharapkan mampu menumbuhkan nilai-nilai positif, memperkuat rasa persaudaraan, serta mendorong semangat persatuan melalui olahraga dan kegiatan sosial.
"Nobar final Piala Dunia nantinya dipadukan dengan kegiatan religi, doa bersama demi kebaikan negeri, dan juga ada santunan bagi anak yatim," kata Herwan Antoni di Bengkulu, Minggu.
TVRI Bengkulu mencatat lebih dari 120 titik nonton bareng final Piala Dunia 2026 tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu. Ketua Tim Perencana dan Pengendali Pengembangan Usaha sekaligus PIC Pendaftaran Nobar Piala Dunia Bola Gembira TVRI Bengkulu, Jusarman, menyebut antusiasme masyarakat terus meningkat menjelang partai puncak.
Pada pertandingan semifinal, jumlah penonton di lokasi nobar yang difasilitasi TVRI Bengkulu mencapai lebih dari 1.000 orang. Untuk mendukung kelancaran kegiatan, TVRI Bengkulu berkolaborasi dengan RRI Bengkulu, LKBN ANTARA Biro Bengkulu, Telkomsel, PLN, TNI, dan Polri.
Rangkaian kegiatan nobar juga dimeriahkan dengan penampilan hiburan serta gelaran UMKM. Masyarakat dapat menikmati suasana kebersamaan sebelum pertandingan dimulai. Data lokasi nobar telah disampaikan kepada kepolisian dan PLN guna mendukung pengamanan serta memastikan pasokan listrik selama penyelenggaraan berlangsung.
Pemerintah Provinsi Bengkulu berharap kegiatan nobar final Piala Dunia 2026 dapat menjadi ruang berkumpul yang positif bagi masyarakat serta memberikan dampak sosial yang bermanfaat bagi daerah.