Disdikbud Kota Bengkulu Pastikan MPLS SD dan SMP Rampung Tanpa Perpeloncoan, Pengawasan Tim Pemantau Diperketat

Penulis: Jonatan Nasution  •  Sabtu, 18 Juli 2026 | 15:34:01 WIB
Tim pemantau Disdikbud Kota Bengkulu mengawasi jalannya MPLS di sejumlah sekolah untuk memastikan tidak ada perpeloncoan.

BENGKULU — Kepala Disdikbud Kota Bengkulu, Ilham Putra, mengonfirmasi bahwa tidak ada satu pun laporan kekerasan atau perpeloncoan yang diterima pihaknya selama penyelenggaraan MPLS tahun ajaran 2026/2027. Tim pemantau yang diterjunkan ke setiap satuan pendidikan memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai pedoman Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Tim Pemantau Disdikbud Turun ke Seluruh Sekolah

Ilham menjelaskan, pengawasan langsung ini merupakan langkah preventif untuk menciptakan lingkungan sekolah yang ramah anak. “Alhamdulillah seluruh kegiatan berjalan dengan baik, tertib, dan tidak ditemukan adanya praktik perpeloncoan maupun tindakan yang mengarah pada kekerasan terhadap peserta didik baru,” ujarnya.

MPLS menjadi fase krusial bagi siswa baru untuk beradaptasi. Mulai dari mengenal tenaga pendidik, tata tertib sekolah, hingga fasilitas belajar yang tersedia. Disdikbud menekankan bahwa proses ini harus menjadi pengalaman positif agar siswa merasa nyaman sejak hari pertama.

Mengapa Pengawasan MPLS Penting bagi Siswa Baru?

Menurut Ilham, suasana yang aman dan ramah sangat menentukan keberhasilan adaptasi siswa terhadap lingkungan belajar yang baru. “Kami ingin MPLS menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi siswa baru. Tujuannya agar mereka mampu beradaptasi dengan lingkungan sekolah, mengenal budaya sekolah, serta termotivasi untuk mengikuti proses pembelajaran dengan semangat,” katanya.

Disdikbud Kota Bengkulu berkomitmen mendorong seluruh satuan pendidikan menciptakan sekolah yang ramah anak. Komitmen ini diwujudkan dengan mengedepankan pembinaan karakter melalui pendekatan humanis dan edukatif, sekaligus membebaskan sekolah dari perundungan.

Pendekatan Humanis Gantikan Tradisi Perpeloncoan

Praktik MPLS di Kota Bengkulu tahun ini menegaskan pergeseran paradigma dari tradisi perpeloncoan lama menuju pembinaan yang lebih positif. Tidak ada lagi kegiatan yang bersifat fisik atau intimidatif. Sebagai gantinya, sekolah menyusun program pengenalan yang interaktif dan partisipatif.

Ilham menambahkan, pihaknya akan terus mengevaluasi pelaksanaan MPLS setiap tahun. Evaluasi ini bertujuan menyempurnakan pedoman agar kegiatan pengenalan lingkungan sekolah tetap relevan dan benar-benar bermanfaat bagi peserta didik baru.

Reporter: Jonatan Nasution
Sumber: betv.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top