MUKOMUKO — Ratusan warga Mukomuko memanfaatkan momen reses Ketua Badan Kehormatan DPRD Provinsi Bengkulu, H. Andy Suhary, untuk menyampaikan langsung persoalan yang menggerus produktivitas dan keseharian mereka. Dialog yang berlangsung di Kelurahan Pasar Mukomuko pada Jumat (17/7) itu mencatat setidaknya lima sektor utama yang dinilai mendesak: infrastruktur, konflik satwa, ketahanan pangan, konektivitas wilayah, dan tata niaga sawit.
Aspirasi paling dominan yang disuarakan warga adalah pembangunan jembatan di Desa Pondok Batu. Warga menilai jembatan tersebut merupakan akses terdekat menuju Kota Mukomuko. Ketiadaan infrastruktur ini dinilai langsung menghambat mobilitas ekonomi, pendidikan, dan kebutuhan sehari-hari warga yang harus menempuh jalur lebih panjang.
Di luar infrastruktur, warga yang menggantungkan hidup dari Sungai Selagan mengeluhkan meningkatnya gangguan buaya. Sungai ini merupakan sumber utama ikan, lokan, dan hasil perairan lainnya bagi masyarakat setempat. Mereka mendesak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk segera mengambil langkah konkret guna meminimalkan konflik antara satwa liar dan manusia.
Keluhan paling krusial datang dari sektor perkebunan. Para petani mengeluhkan terbatasnya penerimaan tandan buah segar (TBS) oleh pabrik kelapa sawit (PKS). Pembatasan jumlah kendaraan pengangkut membuat hasil panen petani sulit dipasarkan. Menurut informasi yang diterima warga, kondisi ini dipicu oleh terganggunya distribusi crude palm oil (CPO) ke Sumatera Barat, sehingga kapasitas penerimaan pabrik ikut menurun. Beban petani kian berat akibat tingginya harga pupuk yang membengkakkan biaya produksi.
Dalam reses yang sama, warga juga mengusulkan pembukaan jalan baru di kawasan Pian Kereta yang terhubung menuju Sungai Selagan. Mereka berharap akses ini bisa membuka kawasan permukiman baru dan memperlancar konektivitas antarwilayah. Di bidang ketahanan pangan, warga mengusulkan bantuan pengadaan sapi, kambing, serta bibit pertanian produktif seperti kelapa sawit dan tanaman buah.
Menanggapi seluruh masukan, Andy Suhary menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan setiap kebutuhan masyarakat Mukomuko. Ia memastikan seluruh usulan akan menjadi catatan penting dalam pembahasan di DPRD Provinsi Bengkulu dan akan dikoordinasikan dengan pemerintah daerah serta instansi terkait.
“Seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat akan kami perjuangkan. Ini menjadi tanggung jawab kami sebagai wakil rakyat untuk mengawal dan mendorong agar kebutuhan masyarakat dapat diwujudkan melalui program pemerintah sesuai kewenangan dan skala prioritas,” tegas Andy Suhary.