Pemprov Bengkulu Siapkan Rangkaian Harkopnas ke-79, dari Festival Kuliner UMKM hingga Santunan 110 Anak Yatim

Penulis: Alfian Batubara  •  Jumat, 17 Juli 2026 | 11:47:44 WIB
Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, membuka rangkaian Harkopnas ke-79 di Balai Buntar, Kota Bengkulu, Kamis (16/7).

BENGKULU — Rangkaian peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 di Provinsi Bengkulu resmi dimulai, Kamis (16/7). Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, yang mewakili Gubernur, membuka acara di Balai Buntar, Kota Bengkulu, dengan menekankan perlunya transformasi koperasi di era digital.

Koperasi Tak Cuma Urusan Simpan Pinjam

Dalam sambutannya, Herwan menyebut koperasi harus bertransformasi menjadi lembaga ekonomi yang modern, inovatif, dan transparan. "Koperasi bukan sekadar badan usaha, tetapi merupakan kekuatan ekonomi yang dibangun atas asas kekeluargaan, gotong royong, kebersamaan, dan kemandirian," ujarnya.

Ia mengajak seluruh insan koperasi di Bengkulu untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia, memperluas kemitraan, dan memanfaatkan teknologi digital. "Meningkatkan kualitas pelayanan kepada anggota," tambah Herwan.

Empat Hari Penuh Kegiatan untuk Warga

Peringatan Harkopnas tahun ini mengusung tema "Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya". Rangkaian acara tidak hanya menyasar pelaku koperasi, tetapi juga masyarakat umum. Berikut kegiatan yang dijadwalkan:

  • Senam jantung sehat dan pemeriksaan kesehatan gratis
  • Donor darah
  • Festival kuliner UMKM
  • Lomba burung berkicau

Herwan menegaskan, beragam kegiatan ini membuktikan bahwa koperasi memiliki peran strategis di bidang kesehatan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat, bukan hanya ekonomi.

Santunan untuk 110 Anak Yatim dari Baznas

Momen pembukaan Harkopnas juga diisi dengan penyaluran santunan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Bengkulu. Sebanyak 110 anak yatim dari enam panti asuhan di Bengkulu menerima bantuan tersebut.

Pemerintah Provinsi Bengkulu berkomitmen mendukung pengembangan koperasi dan UMKM melalui kebijakan pembinaan, fasilitasi akses pembiayaan, pemasaran, digitalisasi, hingga penguatan jejaring kemitraan. "Koperasi harus terus berdaya agar Indonesia berjaya," pungkas Herwan.

Reporter: Alfian Batubara
Sumber: betv.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top